Showing posts with label Me myself and I. Show all posts

Being Lucky...


posted by Eline on

1 comment

Diantara kesibukan mengurus rumah, anak , dan suami...ijinkan aku kali ini mengurusi diriku sendiri. Aku sedang ingin bersyukur lagi dan lagi.. karena memang itu yang aku bisa lakukan saat ini...

Aku pernah mendengar bahwa orang pintar kalah sama orang beruntung. Aku bukan termasuk golongan orang yang pinter banget. aku bukan penemu dan IP-ku cuma berkisar di angka 3 dan tidak cum laude. Tapi aku bersyukur karena aku merasa aku orang yang beruntung. 

Oiya buat kalain yang males baca cerita tentang diriku yang ga penting ini, kalian boleh ke blog tetangga sebelah. Tapi kalo yang lagi ga punya kerjaan dan nekad mau nerusin baca, mudah2an tulisan ini bisa bikin kalian bersyukur juga...

Mari kita runut keeruntungan2ku :

1. Aku beruntung jadi anak perempuan. Perempuan bisa pake baju bagus2, bisa nangis saat liat film sedih tanpa malu di ceng-cengin. Bisa bangga saat bisa lebih hebat dari laki-laki. dan bisa jadi IBU.

2. Aku beruntung pindah dari jakarta ke kampung dan sekolah disana. Selain punya temen yang ga berpamrih, aku belajar banyak tentang kehidupan. Mulai dari berbagi sampai bertani. Apa itu ga bisa aku dapatkan kalo aku sekolah di kota? i dont think so..


3. Aku beruntung bisa di terima di bagus, walau jauh dari orang tua. Karena aku belajar kemandirian dan belajar biat menghadapi nilai jelek samapai preman terminal, sendirian.


4. Aku beruntung walopun NEM SMP-ku ga bisa dibilang bagus, ternyata aku bisa masuk SMA  bagus tanpa uang sogokan.


5. Aku beruntung saat di taun ketigaku di SMA, kelas bahasa pertama kali di buka. Bayangin kalo di sekolahku ga ada kelas bahasa, bisa-bisa aku pindah ke sekolah yang lebih jauh lagi.

6. Aku beruntung putusan sama pacar pertama, karena itu aku bisa ketemu sama cinta pertama..nyeheheheh


7. Aku beruntung di terima di jogja dan bukan di bandung. Karena ternyata bandung macet banget dan makanan Jogja lebih murah hahahhaha... ada angkringan pula disana.


8. Aku beruntung masuk kelas Advertising dan bukan PR, karena aku ga bisa dandan, dan aku akan kalah telak kalo di suruh nge-lobby klien.


9. Aku beruntung bisa lulus tepat waktu , walau ga cumlaude. setidaknya emak bapakku ga ngeluarin duit lebih banyak lagi.


10. Aku beruntung bisa kerja pertama di advertising lokal dan bukan interlokal (telponan kaliiii...) maksudnya bukan multinasional...karena aku lebih mudah beradaptasi di awal masuk dunia kerja.


11. Aku beruntung dapet kerja di Jakarta dan bukan di Surabaya, walaupun disana ada makhluk indah banget (kyaaaa.. rinaaaaa....do you remember it?) Karena jakarta ga sepanas Surabaya, dan lebih bersahabat.


12. Aku beruntung pindah kerja ke tempat yang lebih "gahar", karena setidaknya gajiku naek nyehehehhe...


13. Aku beruntung bisa menikah dengan seorang cinta pertama. Betapa banyaknya orang di luar sana yang ga bisa nikah dengan cinta pertama atau bahkan ga pernah punya kesempatan sekedar mengenalnya.

14. Aku beruntung punya anak di usia muda, karena aku masih kuat melahirkan. Dan aku beruntung anak itu adalah Al, kenalan aja sama dia kalo mau tau alesanku merasa beruntung :)


15. Aku beruntung punya Iyank, wahyu, lukita, shesilly, pitli, uci, gani, rina, oja, dilla, ika, vina, whery, tya, viona, donny, dan banyak lagi...mereka hartaku di dunia...


16. Aku beruntung lahir diantara Keluarga-ku. Karena mereka selalu ada untukku.


Tulisan ini aku buat bukan untuk menyindir, atau membuat kalian bersedih bila kalian merasa tidak bisa mendapat sekolah yang kalian impikan, belum bersuami, belum beranak, atau keluarga kalian entah kemana. Lihatlah sekeliling...betapa banyak hal yang bisa membuat kalian merasa beruntung... aku pun beruntung ada kamu yang baca blog ini...:)


Haufffttt.. mustinya ga ada alesan buat sedih dan merasa rejected ya...


Have a nice weekend...
masha_and_the_bear

»»  terus,gimana lin?...

One Love is Never Enough?


posted by Eline on ,

No comments

Pernah ga kamu selingkuh? Atau di selingkuhin?

APHAAA...??? semua pernah selingkuh? Bagussss...
Kok bagus?
Iya, bagus kalo kamu pernah selingkuh, jadi kamu ga akan sakit hati dong ya kalo di selingkuhin. Hukum karma berlaku, Brad!!!

Nulisnya ga usah pake esmosi kaleeee....

Huehehehhe... itu bukan emosi, tapi semangat. Semangat buat mempromokan satu lagi perselingkuhanku..eh...maksudnya tulisan cerpenku tentang perselingkuhan, akhirnya di bukukan...

jeng..jeeeennnnggg......the BOOK OF CHEAT...



ini penampakan covernya.

Buku ini bukan single tulisan aku aja, melainkan kumpulan cerpen yang didalamnya berisi 15 karya temen-temen lain yang semua cerita tentang selingkuh. Keseluruhannya ada 3 seri, kebetulan tulisanku masuk di seri yang ke dua ini.


yang penasaran gimana serunya selingkuh...upss...sorry kebawa perasaan, heheh...maksudnya yang penasaran gimana cerita-cerita perselingkuhan itu, sok eta di baca. Yang merasa lagi diselingkuhin, boleh juga beli ni buku, sapa tau ada 10 tanda-tanda kamu lagi diselingkuhin. Atau yang mau cari ide aman selingkuh, ohohoho... yang ini tidak disarankan ya....walau katanya selingkuh itu indah, tapi perasaan bersalahnya sama sekali ga ada indah-indahnya. Bahkan lebih sakit..tsaaahhh... berpengalaman sekali sepertinya...hehhehe...


ngemeng-ngemeng soal selingkuh emang ga ada abisnya. Di dalamnya banyak cabang-cabangnya...dari cinta...bahagia, sedih, takut, kerakusan, kebohongan, penghianatan, speed adrenalin, sakit hati, perasaan bersalah, kecewa,  pilihan, kebingungan, dan mungkin penyesalan.


Jadi, jangan menggenggam melebihi apa yang bisa tanganmu genggam. Kamu tak akan mungkin bisa meraup semuanya tanpa ada yang tercecer atau bahkan malah bisa jadi tumpah semua....


eniwey...jangan lupa ya beli bukunya...


Cheer, ^_*


Elin
»»  terus,gimana lin?...

Always Shoot For The moon


posted by Eline on , ,

No comments


Untuk Satu hari di tanggal 17 Januari, 2008 


Kembali berada disini. Di beranda yang sama, dengan langit yang sama, di waktu yang berbeda. Kembali bercerita tengang Bulan dan Bintang, yang kali ini disertai Matahari.

Aku ingat saat bintang pernah ada disini beberapa tahun yang lalu, mengunggu sang Bulan yang pergi bermain di balik awan. Bulan yang ditunggu kala itu, akhirnya muncul dengan sendirinya. Mengintip perlahan dari awan di sebelah Timur Jawa. Tersenyum, mencoba mencariku, si Bintang Kecil, yang sedang bermain diantara bintang-bintang lainnya. Untungnya cahayaku kala itu masih cukup terang, sehingga Bulan masih mudah menemukanku.

Dan malam ini, saat bintang dan bulan sedang asik bermain bersama, tiba-tiba angin bertiup kencang. Membawa awan-awan gelap berarak lebih cepat. Dan dalam sekejap awan-awan itu membentuk hijab tipis yang makin cepat menebal memisahkan pandangan kami. Kami tersesat.

Hujan mulai turun, dan aku mulai kesulitan menemukan dimana bulan. Sampai akhirnya aku putus asa dan memutuskan untuk pulang. Tanpa aku tahu, bahwa bulan masih ada disana, di taman bermain itu, masih mencariku, masih membutuhkan aku untuk menemukannya.

Hujan kian melebat, dan bulan pergi berteduh.

Bulan tak sendiri, disana ada beberapa bintang lain yang juga terjebak hujan. Malam makin melarut, seperti juga bulan yang kian melarut dalam obrolan ringan bersama bintang-bintang lain, sambil mencoba menikmati derai hujan yang tak kunjung reda. Sementara bintang kecil ini, bergelung dalam selimut hangat di rumahnya yang nyaman, namun tak bisa tidur...

Bintang merasa bersalah karena terlalu takut hujan dan terlalu cepat menyerah mencari bulan. Sekarang, tak ada yang bisa dia lakukan selain berdoa dan menunggu hujan mereda untuk kembali mencari jejak sang bulan. Jika masih ada.

Tidak seperti dulu, dimana aku duduk di beranda ini semalaman, kali ini aku bertahan hingga pagi menjelang siang. Dimana bulan dan bintang yang aku lihat, kini berganti dengan matahari.

Ah, matahari… aku tau dia sangat indah walaupun belum nampak. Dari warna yang terpancar di batas langit, aku tau bahwa dia sangat luar biasa. Dari hangatnya yang menggantikan dingin malam, aku tau dia sangat hebat. Dari suara alam yang mengiringi penampakannya, aku tau dia akan sangat mempesona.

Dan benarlah, tiba saatnya dia muncul, seluruh alam raya menyambutnya dengan penuh suka cita. Dengan semangat untuk menjalani hari. Dengan senyuman untuk menghiasi hati. Dengan kehangatan di setiap sapa.

Hujan semalam pun sudah berhenti. Menyisakan bau tanah basah, dan embun yang lebih montok dari biasanya. Matahari makin meninggi dan kuat memancarkan panasnya. Mengangkat sisa-sisa air hujan menjadi uap yang bercampur udara pagi. Terbawa angin, menyebar, dan tak tampak lagi.

Aku sudah makin lelah duduk di beranda ini. Secangkir coklat hangat yang aku seduh tadi malam, menyisakan ampas tipis di dasar cangkir yang mulai berembun. Saatnya aku masuk, meregangkan sedikit otot tangan dan pinggang. Ku tanggalkan jaketku dan kutumpuk 2 bantal kursi untuk menyangga punggung dan leherku. Secarik kertas kudapati tergeletak di tempat dimana aku mengambil salah satu bantalku.Aku baca perlahan

Dialah Matahari...
Besar, kuat, dan terang
Matahari tak pernah tau betapa besar manfaatnya bagi kita. Tapi kita tau betapa berartinya dia. Seperti juga dirimu, tak pernah tau betapa hebatnya dirimu. Tapi kita tau betapa istimewanya dirimu bagiku.

Dialah Bulan…
Tunggal, indah, dan tenang
Kehadirannya tetap selalu dinanti meski berganti dari purnama, sabit, dan hingga mati. Namun seindah apapun bulan, dia tetap membutuhkan pantulan cahaya matahari untuk membuatnya tetap bersinar menerangi malam. Seperti juga dirimu, selalu indah dihatiku walau kadang cahayamu meredup, merapuh , dan mati.

Dialah Bintang…
Kecil, berkerlip, dan banyak
Meski kecil, kadang tak tampak, dan bisa saja diganti oleh banyaknya bintang lainnya, tapi Dia punya cahaya sendiri. Seperti juga dirimu, betapapun banyaknya bintang dilangit, orang akan selalu menunjuk ke arahmu, memilihmu untuk menuntun kapalnya barlayar dengan aman dan sampai tujuan.

Bintang, Bulan , dan Matahari…tetaplah bersinar mempesona meski di sisi langit yang berbeda

Kulipat kertas itu dan kuselipkan di saku. Mencoba istirahat sambil menikmati setangkup roti, meninggalkan matahari menunaikan tugasnya, dan menanti malam datang lagi. Semoga nanti malam, hujan tidak turun lagi. Sehingga bisa kulihat apakah nanti malam masih ada bulan dan bintang yang bertengger di langit yang sama.
»»  terus,gimana lin?...

Meninggalkan Bintang


posted by Eline on

4 comments

Dua setengah taun saya disini. Itu Artinya...ivanjaya.net

2,5 taun = 356 x 2,5 = 890 hari
2,5 taun = 30 bulan
Kalo 1 bulan rata2 22 hari kerja, berarti 22 x 30 =660 hari kerja
Kalo 1 hari kerja ngabisin waktu kira-kira 12 jam perhari, berarti = 660x12 = 7920 jam
Ok, kayanya segitu juga waktu yang aku habiskan di depan komputer kantor.ivanjaya.net

Ngapain? dari mulai hal-hal yang bener, kaya nge-layout, ngasih warna, motong2 film, 'mengamputasi' gambar, cari gambar, cari gambar, cari gambar... sampe hal2 yang berbau gaji buta, kaya browsing, chating, fesbukan, twitteran, sampe nge-blog macem ini. Dari mulai maen kejar-kejaran diatap sampe dimarahin klien. Dari mulai curhat di bawah tangga sampe obrolan serius di lorong gang. Semua terjadi dalam dua setengah tahun kemarin.
the Bintang

Dan di bulan Juli ini, udah waktunya buat aku untuk 'menghentikan' semua itu. Kaya yang pernah aku tulis di postingan sebelomnya, aku melepas an art director untuk berubah menjadi a wife, a mom, a crafter, a writer, a chef, a personal manager, a freelancer, a seller, a woman.

So far it's really fun. GREAT i say. I can wake up in early morning and made a pancake for breakfast. Or maybe enjoying the laziness while seeing my boys. And i can stay awake till middle of the night just to watching film, gaming, crafting something, or just get involved the dirty pillow talk conversation with my hubby ivanjaya.net

Dua Setengah taun yang terlewat di Bintang, tetep ngasih cerita yang menyenangkan. Alhamdulillah aku punya tim yang sangat menyenangkan dan kooperatif, walaupun ada bongkar pasangnya juga, tapi tiap orang selalu bawa cerita yang menyenangkan. Dari mulai hunting dvd bajakan, makan di warteg, cerita konyol masa muda, karya, cita-cita, hujatan, kekecewaan, dan khayalan, semuanya ada disela-sela job brief yang juga datang silih berganti.
the Great Team

Mungkin someday aku akan kangen sama suasana kantor, sama brainstorm bareng, sama makan siang di warung bebek madura, sama ngerjain orang , atau sama klien (iya ga ya? :D). Tapi itu nanti, entah kapan, entah iya atau ngga, yang pasti sekarang aku masih sangat menikmati ini. Mungkin ini yang sering orang-ornag bilang passion. Aku sendiri ga tau. Aku cuma mengerjakan apapun yang aku suka, tanpa jobbrief dan deadline (kecuali untuk project nulis dan freelance).

Dan sekarang, disinilah aku, dengan rentetan predikat baru yang aku buat sendiri. Tapi aku senang, aku senyum, aku teriak lepas. Yeah, itulah aku, seorang ibu rumah tangga, dan aku bangga.


meja kerja berubah jadi
|
|
|
|
|
V
I Love This Spot
ivanjaya.net
»»  terus,gimana lin?...

Memilih menjadi iPhone


posted by Eline on , ,

1 comment


Aku belum punya keduanya, baik IPhone maupun Blackberry. Alesannya belum tertarik (untuk menutupi alesan sebenernya - ga ada dana buat beli :p). Eh tapi bener lho, aku bukan orang yang gadget freak. Sejauh ini aku baru ganti handphone 2 kali. Nokia 2100 (2003-2007), digantikan sama LG 3G For All (2007-2009) karena udah suka hang, trus digantikan lagi sama Samsung Star (2009-Present) karena suamiku pengen mbeliin aja. Belom pengen ganti lagi, karena handphone ini masih sangat bagus, batere ok, ada filter poto yang ok, dan bisa menyimpan banyak sms. Tapi kalo ada yang kalap mau beliin 2 gadget itu buat aku, ya terpaksa aku terima dengan ikhlas.:haha:

Tapi kali ini aku sedang tidak akan ngebahas si gadget2 ini. Aku cuma mau mencoba mengkorelasikan hidupku dengan 2 gadget yang sedang bersaing ini. Kebetulan saat ini aku sedang diharuskan memilih, dan aku ingin bilang, aku memilih untuk menjadi sang Iphone.

Seperti aku tulis diatas, bahwa aku belom pernah punya 2 gadget itu, tapi aku udah pernah sedikit tau dari Iphone si Ayah Tengil dan BB kakak ipar dan temen2. Iphone, simple desain, layar besar. BB, terkoneksi dengan banyak orang sekaligus tidak sama sekali (mengerti kan maksudnya?). Dua-duanya punya daya tarik sendiri, dan dua-duanya sama-sama mahal. Tapi kalo aku mau punya, ga mungkin juga aku punya 2 gadget canggih itu bersamaan, bisa-bisa aku ga tidur, ga makan, dan ga ngurusin Algran hanya karena sibuk sama tu benda2. Nih aku bagi illustrasi lucu yang aku ambil dari sini


Gitu juga kalo Tuhan mau ngasih aku "jalan". Pasti aku musti milih satu, atau kalaupun aku milih keduanya, aku musti siap riweuh kaya si ayam diatas. Dan kalo musti milih, aku pengen idupku sesimple desain Iphone, sebanyak aplikasi di dalamnya, sukur2 udah retina display. hahah

-Maksudnya apa sih lin? ga ngerti deh gue, lo ngomong apaan.

Okey, jadi, aku diberi pilihan untuk stay at home atau tetap berkutat dengan desain warna-warni di kantor. Dan itu pilihan susah, setidaknya beberapa waktu yang lalu. Hingga kemudian, setelah itikharoh 4 kali, renungan 3 bulan, dan insight dari berbagai pihak, maka aku memilih untuk stay at home.

Hubungannya sama Iphone?

Menjadi stay-at-home-mom atau work-at-home-mom artinya mengabdikan diri pada segala tetek bengek (uuusss agak jorok bahasanya) rumah. iPhone adalah perumpamaan yang bagus buat aku. Aku ingin melakukan kerjaan rumah yang banyak itu dengan cara sesimple desain iPhone. Aku pengen bisa mengaplikasikan banyak hal seperti banyaknya aplikasi yang muat disimpen di iPhone. Aku pengen lebih 'touch-the-heart' seperti iPhone berinovasi finger-touch-screen. Menyentuh dengen kulit ujung jari, membutuhkan sensor panas tubuh, tidak dengan perantara stylus.

Aku juga pengen kaya iPhone yang punya teknologi retina display, yang bikin aku kliatan lebih kinclong, menampilkan "warna gambar" dengan lebih tajem, dan punya dpi(dot per inch) yang high-rest. Dengan aku dirumah mungkin aku bisa punya waktu buat dandan dan membahagiakan penglihatan si ayah tengil :p.

Jika aku memilih untuk di kantor, aku seperti memilih menjadi Blackberry, terhubung dengan banyak orang, sekaligus tidak terhubung dengan siapapun. Kaya orang yang sibuk BBM-an saat diajak ngobrol. Sibuk untuk klien, sibuk untuk manajemen, sibuk untuk tim. Sebelom ngantor, aku akan sibuk nyiapain susu buat Al, meres Asi buat Al, nyiapain MPASI buat Al, milihin barang2 terbaik buat Al, tapi ga tau kalo Al udah bisa duduk.

Aku juga ga pengen jika ternyata pilihanku buat tetep ngantor akan mengganggu kenyamanan orang lain, seperti BB memberikan bunyi bip..bip..bip di setiap notifikasi yang datang. Walaupun mungkin aku tidak akan keberatan jika aku yang akan disentuh pertama kali disetiap pagi (ehem), seperti orang2 yang akan mengecek BB-nya sebelum dan sebangun tidurnya.

Yah ini lah aku dengan pilihanku. Memilih menjadi full-time-mom buat Algran. Memilih menjadi side-kick nya Dendy Triadi. Memilih untuk menjadi seoran creative freelance. Memilih untuk menjadi crafter. Memilih untuk melayout home-made pancake. Memilih untuk mempunyai banyak aplikasi, seperti iPhone.

:siul:
»»  terus,gimana lin?...

...Dan Januari pun tiba


posted by Eline on

No comments

Untuk pertama kalinya dalam sejarah blogku, aku tidak merangkum cerita di bulan Desember lalu (lalu? Kesannya udah lama bener, padahal baru kemaren) . Alesannya ya apalagi kalo bukan karena kesibukanku jadi full time mother sementara buat Algran. Ni aja ngeposting dengan posisi yang aneh, karena baby Al tidur di pahaku. Mo dipindahin kok kayanya tidurnya enak beneeerr, apaalagi semalem abis begadangan gara2 tetanggaku nyetel petasan kembang api pake toa masjid kayanya. Tapi kalo ga dipindahin eyke jadi pegel booooo... :ga  enak body:

Makdarit, maka dari itu, aku mau cerita secepet-cepetnya. Merangkum taun 2010 Dan 2011 di satu postingan. Seperti biasa, Tuhan selalu kasih nikmat lebih banyak. Taun 2010, aku dititipin baby Al, something priceless. Dan aku udah janji buat selalu jagain Al sampe aku ga mampu lagi.

okey, dan berhubung sekarang udah jadi emak-emak, dimana sayah udah ga boleh pake kets lagi sama mas2 disebelah (apa salahnya coba?), maka saya memutuskan buat bikin blog baru. Laaahh apa hubungannya?

Tenang sodara2, ga usah sedih karena aku mau nambahin blog lagi (jadi total punya uumm.. 4 blog). Alesannya karena blog ini udah rancu lagi isinya. Niatnya, blog ini akan aku fokuskan untuk "me time" sedangkan tulisan soal ke-emak-emak-an akan ada di rumah yang baru. Aku memutuskan buat memisahkannya karena seorang temenku protes dengan isi blog aku yang serius kali akhir2 ini. sebenernya terserah aku ya, blog-blog aku, ngapa dia yang repot. Ups, bukan dia yang repot deng, tapi aku yang repot bikin blog baru.

Apa kalian pikir aku kerepotan? kalian salah, karena pada kenyataannya aku suka banget bikin blog. Sayangnya aku ga suka menulisinya. Aku lebih suka ngoprek-oprek widget dan thema dan backgroundnya. Mungkin saatnya membenahi diri buat resolusi 2011, yaitu benerin lagi tulisan2 di blog. ok, let see apakah ini cuma impian aja atau aku akan mewujudkannya.
:hehe:
»»  terus,gimana lin?...

Dipilih..dipiliiih


posted by Eline on ,

No comments

Kata orang idup itu banyak pilihan. Bahkan mungkin, idup itu sendiri juga pilihan. Jangan tanya maksudnya apa, karena aku juga bingung, heheh.. Tapi kalo boleh sotoy, mungkin itu maksudnya kita sendiri yang memilih mau kaya apa idup yang pengen kita jalanin.

Lalu, pernah ga kita ngerasa kita udah salah pilih? Padahal mikirnya udah sampe nungging2 nih, eh tetep aja salah. Aku rasa hampir semua orang pernah ya ngerasain salah pilih. dari hal yang ringan, kaya salah pilih baju yang bikin saltum, sampe hal-hal yang besar, kaya salah pilih jurusan. Kan apes banget tuh kl mau wawancara kerja di jakarta, nyasar ke Meduro. gyehehe..

Emang banyak banget hal yang ada di sekitar kita. Dan itu bikin idup lebih seru sekaligus bikin pusing. Seru karena kita bisa nentuin apa yang kita mau, tapi pusing juga untuk menentukan mana yang kita butuh. 'Mau' dan 'Butuh', dua hal beda tapi suka salah diartikan. Contoh gampangnya, kita punya duit 2000 dan kita bawa ke warung. Disana ada banyak makanan, pengennya es buah yang kayanya manggil2, tapi sebenernya tadinya kita niatnya beli pensil buat ujian, dan dua2nya harganya 2000. So, mau ga mau kita harus milih mana yang mau di beli. Mungkin bisa aja sih kita beli dua-duanya. Es buahnya 1000, dan pensilnya juga cari yang seribuan aja, kan bisa dapet semua tuh. Keinginan terpenuhi, kebutuhan pun tidak diabaikan. Tapiiiii.. beli es dengan harga seribu akan dapet aer sirup sama es batu aja, buahnya ga ikutan. Sementara pensil seribuan juga ada tapi ga bisa ke-detect komputer. Ujung-ujungnya tetep kita harus milih salah satu atau mendapatkan keduanya dengan tingkat kepuasan yang rendah.

Nah, kalo udah gitu gimana? Buat orang2 yang ngerasa bener, pasti akan milih beli pensil, karena itu kan lebih penting, buat tujuan yang bener, demi masa depan. Tapi, gimana kalo setelah beli pensil, otak kamu ga bisa konsen belajar karena kebayang2 es buah, dan besoknya ujiannya bisa jeblok juga walopun udah pake pinsil bener.

Ah, kan es buah bisa dibeli besok lagi.

Yakin, besok masih pengen itu es buah? gimana kl besok ujan deres dan dingin? gimana kalo besok es buahnya ga ada buah kiwi dan stroberi? dan bukankah ujian yang nilainya jeblok gara2 mikirin es buah itu udah terlaksana. sayang kan kalo udah bela2in ga beli es buah, eh ujian tetep jeblok juga.

Ya elah, kalo tau ujian bakal jeblok juga ya aku beli es buah, udah jelas seger. Kan itu kalo kamu tauuuu.. sayangnya kita ga pernah tau kan apa yang akan terjadi nanti. Ga pernah tau juga apa yang Tuhan rencanain. Kenapa sih Tuhan ga ngasih bocoran aja biar pilihan kita bener dan ga sia2? emangnya ulangan pake bocoran, lagian ga seru juga kali kalo semuanya kita tau. Kalo kita tau ujian bakal jeblok juga, pasti si tukang pinsil ga akan dapet rejeki, karena alih2 membeli pensil, kita beli es buah bukan? Tukang pensil butuh duit 2000 itu, dan kita emang nasib aja punya otak cetek yang cuma gara2 es buah aja jadi susah konsen belajar, hihihi... (jadi inget, dulu adeku pernah ga bisa konsen mikirin ujian gara2 pengen beli sepeda. yeah it's true story)

Terus, sebenernya apa sih yang mau kamu omongin lin? kl cuma ngomongin rejeki si tukang pensil ma tukang es buah mah ga usah sok2an pake intro yang berat2. Lagian rejeki mereka kan Tuhan yang ngatur, ngapain kita yang sibuk mikir?

Nah, ntu dia, rejeki emang Tuhan yang atur. Termasuk juga jodoh, idup, mati, sampe bakal makan apa kita hari ini. Logikanya kalo udah diatur, ngapain kita masih repot2 mikir, ya ngga? seseorang yang mau nikah, memutuskan pake jasa WO juga karena ga mau repot2 lagi, biar WO yang atur semuanya, si empunya hajat tinggal duduk manis, senyum-senyum. Ummm... tunggu, aku rasa ga sesimpel itu. Bukankah walopun udah pake WO, tetep aja kita2 juga kan yang milih. Pertama kita musti milih dulu WO mana yang mau dipake, abis itu paket wedding mana yang mau kita ambil, makanan apa aja yang mau kita sajiin dan berapa orang yang musti diundang. Lagi-lagi kita tetep harus mikir dan milih.

Aku rasa Tuhan udah punya skenario dari masing-masing pilihan. Kl kita pilih A, maka kelanjutan ceritanya akan seperti ini, dan bila kita pilih B kelanjutannya akan seperti itu. Keduanya tetep punya cerita yang ga pernah kita tau kelanjutan atau endingnya. Mungkin seru, mungkin juga merana, tergantung apa yang kita pilih. Terus gimana kita bisa ngedapetin lanjutan cerita yang ok? Ya pastinya tinggal nanya ja sama yang bikin cerita. As simple as that? Yes!

Kalo di muslim ada solat istikharoh, solat yang dilakukan untuk membantu kita saat kita bingung atas suatu pilihan. Biasanya Tuhan akan kasih petunjuk, bisa lewat mimpi atau mungkin kemantepan hati, atau mungkin juga dengan hal-hal yang berkaitan. Masalahnya sekarang, gimana kalo ternyata kita salah mengartikan pertanda dari Tuhan itu? Gimana kalo setelah kita milih ternyata kita terlambat sadar bahwa pilihan kita salah?

Hmmm...sebenernya kl kita udah sholat istikharoh, maka dengan izin Alloh SWT kita akan diberi kemantapan hati dalam memilih. Jadi insyaAlloh pilihan kamu tepat walopun mungkin kamu ngerasa ada yang lebih baik. Tenang brader, Tuhan lebih pinter milihin buat kita apa yang terbaik dan apa yang kita butuhin, dan hey.. bukankah Tuhan satu-satunya yang tau cerita selanjutnya.

Terkadang aku juga merasa aku salah memilih, tapi aku tidak menyesal, karena apapun pilihanku, selalu ada cerita yang ga sia-sia. Cerita yang kadang bantuin kita buat memutuskan apa yang kita pilih di persimpangan selanjutnya. So guys, buat kalian yang udah terlanjur memilih dan merasa menyesal karena pilihan kalian malah bikin sedih dan ga bisa tidur, tenangkan diri dan pikiran. Biarin aja pilihan itu ada di tanganmu, ga usah di buang atau dituker, karena di tuker pun belom tentu hasilnya bagus. Pertahankan saja pilihan kalian, tapi berusahalah untuk memperbaiki. Seorang pelukis mahir pun kadang salah ngasih cat di kanvasnya, tapi dia selalu bisa memperbaiki dengan cat-cat warna lain atau penambahan object baru.

Akhirnya, aku cuma mau bilang, apapun yang udah kita pilih, semoga memang itu yang kita butuhin buat kedepannya...

see ya
bye
»»  terus,gimana lin?...

Kembali Fitri, Kembali Menulis


posted by Eline on

No comments

Betapa kangennya aku menulis, seperti kekangenanku sama rumah di banyumas bersama semua isinya.

Hari ini kantor ngasih kebijakan buat boleh pulang jam 15.00 bagi orang2 yang mau nyiapin lebaran. Yup, insyaAlloh 2 hari lagi kita lebaran 1431 H. Makanya aku yang kerjanya udah antara iya dan ngga, milih nulisin blog ini sambil nunggu bel pulang.

Ada banyak hal yang berbeda dengan Ramadhan taun ini. Aku udah bersuami, dan sedang hamil, dan insyaAlloh bisa ga hutang puasa (tinggal 1 hari lagi, Ya Alloh tolong dibantu.. tolong dibantu *_~) dan kemungkinan ga pulang kampung. Untuk pertama kalinya aku mungkin akan berlebaran di kampung orang dan ga ketemu sama bapak, ibu, rian, tria, kue nastar, castangle, kacang bawang made by ibuku, daaaaannn opor ayam. Tadi malem udah sempet telpon2an sama ibu, dan kue2 udah siap. Besok hari tinggal bikin opor sama ngerebus ketupat. Dan bapakku, masih tetep sama seperti lebaran2 sebelomnya, sibuk di jalan... huehehehe...

Sekilas tentang apa yang biasa keluargaku lakukan saat lebaran. Dulu, sebelom aku menikah, bisa dipastikan aku selalu lebaran bareng keluarga, bantuin bikin kue (nyetak2nya doang sih), bantuin masak (motong2 ati sapi), dan solat Eid di lapangan. Abis solat, itu si opor2 langsung di serbu, tapi ga lupa sebelomnya minta maap2an dulu pake sungkem2 a la jawa. Teruuuuuss... sebentar kemudian akan ada tamu2 yang bermunculan berbarengan sama speaker masjid yang berkoar- nyuruh kita ngumpul buat salam-salaman, maaf-maafan. Nah disini nih, udah deh, ga anak-anak ga emak-emak kliatan 'baru' dengan baju yang mereka pake. Ada yang kliatan jadi tambah cakep (karena biasanya kl lebaran orang2 pada pake jilbab dadakan), ada juga yang kliatan sedikit maksa karena jadi korban rayuan mba-mba di toko baju yang nawarin baju dan kerudung artis "bunda ini", 'sinetron itu', dan nama2 lainnya yang berbau-bau Arab.

Setelah pada ngumpul di mushola, mulailah kita ngerumpi, heheeh.. maap2annya ntar2an. Bisanya kan kl moment lebaran gini banyak yang pada pulang kampung, jadi pada sibuk deh cerita ini dan itu seputar kota tempat mereka merantau. Jadi yang ngasih sambutan di depan akan tercuekin dengan suksesnya oleh para grup rumpi ini. Setelah omong-omongan yang pastinya isinya minta maaf (yakin deh, walopun ga ngedengerin juga), kita berbondong-bondong baris kaya uler antri beras, buat saling salaman, cikipa-cipiki, dan senyum2 sambil minta maaf. Untungnya tiap RT punya mushola sendiri-sendiri jadi ni tangan sama bibir ga pegel karena cuma salaman sama orang-orang satu RT aja. Tapi bukan berarti kita ga maaf-maafan sama yang lain RT ya. Kita juga biasanya saling mendatangi rumah tetanga yang ga ketemu di Mushola, nyicip-nyicip kue-kue (bisanya kacang bawang jadi most-of-the-most makanan yang bakal ada di tiap rumah). Nah kalo ada kue yang lucu-lucu biasanya emak-emak itu akan saling tuker2an resepnya.

Setelah cape jalan2 ke tetangga, aku dan ibu, rian,tria akan segera ke rumah embah. oiya, lebaran kali ini ibunya bapak udah ga ikutan lagi bareng kita. Semoga dilapangkan jalan disana. amiin..
Kebetulan rumah embah ga jauh2 amat, paling sekitar 7 kilo dari rumah. Tradisi di tempat embah lain lagi nih. kata si Tria namanya tradisi sinetron serial. Soalnya kita apal bgt deh, kl sampe sana pasti kita akan dipeluk satu2, sambil nangis-nangis, itu episode 1. Nah abis itu mbah ketawa2 sambil yuruh kita nyicipin kue2nya, ini episode 2. Terus, episode 3 dan seterusnya selang seling antara nagis dan ketawa, soalnya ini acara maap-maapan, nangis kan pastinya, tapi kl lagi nangis si embah akan digodain sama cucu2nya, jadilah dia ketawa2 sambil nangis.

Dan taun ini aku ga akan menikmati itu semua...

Lebaran kali ini aku insyaAlloh akan bersama keluarga si masnya di Bandung. Menikmati dinginnya kota itu, dan katanya ada tekwan sebagai pengganti opor ayam ( but, i really want opor ayam). Perutku yang makin menggendut bikin aku ga sanggup kl musti lama-lamaan duduk di bisa atau kereta ke banyumas sana. Mudah-mudahan lebaran taun depan (semoga masih bisa ketemu) aku bisa lebaran di rumah lagi dan menikmati opor ayam buatan ibuku lagi...

So guys, Happy Eid-Al-Fitr, taqobbalallahu minna wa minkum....
»»  terus,gimana lin?...

Kertas, Kopi, dan Kerlingan Mata


posted by Eline on ,

No comments

Selamat datang di 2010...

Apa yang baru di hidup kalian selain tanggalan?
disekeliling ku ada yang baru ulang taun, ada yang baru putus, ada yang baru ambil keputusan besar, ada yang baru punya anak, ada yang baru pindah kantor, dan ada yang baru mau beli rumah. Sejauh ini belom denger ada yang baru jadian.

eniwey, taun baru biasanya bawa resolusi baru dan semangat baru. Sedangkan di enpotemen2, biasanya suka ada pembahasan gosip2 sepanjang taun 2009 dan omongan2 dari peramal2 tentang 2010. Apa ada diantara kalian yang mungkin kebetulan nemuin blog ini dan baca tulisan ini, pernah diramal dan ramalannya salah?

Dulu aku pernah punya temen yang suka sekali kl diramal. Aku sempet pernah ninggalin dia di jalanan Surabaya, karena dia merengek2 minta brenti dulu di tempat bapak2 yang ngeramal di pinggir jalan.

Daaaaaannn...buat aku, sampe detik ini apa aja yang baru? Rumah baru? belom. Kerjaan baru? ga juga. camera baru? ah ya aku punya kamera underwater baru, tapi itu belinya kan akhir desember kemaren. Ummmm.. mungkin cinta baru kali ya, cieeeehhh.... ya aku selalu punya cinta yang baru untuk kekasihku itu, dan untuk orang2 yang sayang aku.

Untuk resolusi, aku belom punya resolusi apapun untuk taun 2010. Aku pikir kl segalanya hanya niat ya ga akan ngefek banyak, yang pasti gimana pelaksanaannya aja dari tiap2 hal baik yang ingin ditingkatkan. Mungkin aku akan bikin vision board baru, memperbaharui vision boardku yang lama. Ada beberapa hal yang belom tercapai disana, mungkin taun ini, mungkin taun depan, atau mungkin besok pagi, we never know.

Ini aku kasih kesempatan buat ngintip vision board yang aku buat taun 2008.


dari vision board itu yang udah dicapai adalah point pertama. Thx God I have been married with someone whom I loved. Macbook white ga jadi kesampaian, tapi digantikan sama HP Mini, not bad.

Sisanya belom. Boro2 nulis buku, update twitter aja jarang sempat. Belom bisa collect money di luar gaji kantor, belom sanggup beli rumah berbalkon, dan lagi mikir apakah mau tinggal di apartemen sewa. Belom mampu beli jazz apalagi CRV. Belom jadi backpack ke Lombok, tapi insyaAlloh Bali bentar lagi :p. Belom juga sampe di Aussie, karena passport belom juga di urus2. Daaaaannnn.. mungkin point terakhir akan tetep masuk di vision board yang baru, punya anak sehat, cakep cantik soleh dan pinter, and live Happily ever after.

Yak dongeng yang sangat indah, but, again, we never know what will be happened tommorow. Yang pasti siapin aja buat face up hari ini, apapun yang terjadi, semoga aku tetap bisa melewatinya dengan tersenyum, bersama Tuhan aku, bersama kekasihku, bersama keluargaku, teman dan sahabat, kertas dan pensil, kopi dan hujan, senyum dan kerlingan mata, dan bersama...cinta.

»»  terus,gimana lin?...

Liatlah Sedikit Kebelakang


posted by Eline on , ,

No comments

Melanjut dari postingan sebelomnya, dan di luar ujan masih gerimis aje. Sebenernya ini waktu yang tepat untuk makan. Dan saat ini buat aku ga ada yang lebih menyenangkan dari mie rebus dengan banyak sayur dan telor.. Sllluurrpp.

Hal itu hampir tak mungkin aku lakukan sekarang, karena entah gimana ceritanya uang di kantong saya cuma ada 5 ribu. Tapiiii.. jangan sedih, bapak OB kantor saya yang baik hati dan tidak sombong menawarkan solusi jitu, yaitu beli aja mi rebusnya sama telor di warung depan, paling cuma abis 3000 trus di bikin deh di pantry, eh di kompor. Sisa duitnya bisa buat ngangkot.

mesakke tenan. Tapi menurutku itu lebih baik dari pada aku musti pulang jalan kaki, ga jauh sih, tapi ujannya itu lho. Nah, sembari menunggu mie rebus yang saya inginkan itu, ijinkan saya menulis dan me-review tenatang kekacauan apa saja yang telah berhasil saya lakukan di taun 2009.



Sebelomnya aku akan ajak kalian untuk liat dulu apa sih yang aku rencanakan di awal taun ini? Bay de wey, mie rebus saya udah jadi, jadi mari kita sambil makan. Sampe sekarang aku masih heran kenapa kl makan mie rebus buatan sendiri masih kalah enak sama buatan warung. Padahal kan ini cuma mie instant, semua bisa membuatnya.

okey sayah sudah kenyang, dan mari kita kembali ke Januari 2009. Waktu itu aku nulis tentang kantor baru. Udah hampir satu taun aku kerja di kantor di daerah Rawamangun ini. Perbedaan sangat jelas adalah disini aku beneran kerja. Ga ada lagi lompat tali, ga ada lagi temen gila, yang ada cuma ide..ide.. dan pengasahan kreatifitas..tsahhh..

Tulisan ini sempat terhenti karena tiba-tiba aku di culik paksa sama temenku, diajak nge-mall, dan di curhatin kl dia mau prepare nikah. congratulation lady...:)

Di awal Januari lalu aku nulis kaya gini :

  1. Gw mau bisa lebih enjoy lagi nikmatin apa yang ada sekarang n besok
  2. Gw akan lebih niat lagi subuhan, blehh..so hard, hahahha...
  3. Gw mau belajar banyak, pengen bisa nulis banyak berita n cerita kaya Dee n Andrea hirata, lucu pada masanya kaya Hilman hariwijaya, Aditya Mulya n Ninit yunita. Pengen bisa bikin sulur n tribal yang ok kaya kakak2 gw di cubicle berwarna ituh. Pengen belajar bikin konsep n ikutan pitching n shooting.
  4. Gw mau benerin lagi niatan nabungnya.
  5. Gw mau bisa lebih menghargai n dihargai
  6. Gw pengen mewujudkan rencana yang sempat dibicarakan di The Valley, Bandung atas, bersama 5 orang lainnya. Hope it can be my turn...Please GOD.
  7. Gw pengen lebih bahagia lagi...dan lagiii...
Mari kita liat apa yang terjadi :
  1. Sekarang si gw ini sudah mulai bisa menikmati hari ini dan berani memimpikan hari esok. Sekarang aku mulai merasa jatuh suka pada art dan ingin bisa photografi.
  2. Niat subuhan masih bagus, cuma ngejalaninnya kadang berat.. heheh..mungkin aku akan mempertimbangkan jadi pegawe bank aja kali, biar ga pulang pagi.
  3. Sejauh ini cuma berani nulis di blog, ga peduli di liat orang atau engga. udah mulai belajar bikin sulur-sulur, dan udah pernah ikut pitching dan shooting :)
  4. Nabung masih kacau, tapi sekarang aku dan sang mars udah punya celengan kaleng gambar transformers, Revenge of the Fallen
  5. Cukup merasa dihargai, dan semoga aku bisa menghargai orang lain dan karyanya
  6. Rencana yang di bicarakan di The Valley, alhamdulillah sudah terwujud Oktober kemaren
  7. Alhamdulillah, persentase kebahagiaan dan kesedihan yang dialami di 2009 masih banyakan bahagianya. Thank for the God shake.
Hmm.. yeah, not bad i think. Sedikit hal2 yang menyedihkan terjadi di pertengahan tahun , tapi untungnya dapat teratasi dengan indah...

Semoga makin banyak kebahagiaan di tahun depan, untuk aku, dan kalian semua, orang-orang yang aku sayang.. :)


»»  terus,gimana lin?...

Dance Like an Insane


posted by Eline on

No comments

There are concerns in me lately. I am more anti-social. In the office, even though I wasn't included in the category of quiet, but I'm not as cheerful as before. I prefer silence.

Sometimes I miss the moment when i spend almost all my life with my friends. Moment when I looked ridiculous and strange. I miss being in love. I miss the lazy time. Yes, sometimes I miss the time that has passed, even though I know it never comes twice and lived never backwards.

Hmmm...

Being alone, sometime it's comfort and enjoyable. We can do anything without any permission and acceptance. We can dance like an insane, we can fart as loud as we can, we can sing even maybe it can make the neighbor's bird dying, we can cry and laugh as a same time, we can do anything in a loneliness.

For me, being alone is being close with my Alloh Al Mighty. I can share anything, i can ask, can complain, and i can be grateful. So many questions in my head, about my future, about someone that i love, about the determination to move and a big one is about the big moment I had to face a few more days.
»»  terus,gimana lin?...

Sebuah Rumah Tak Mewah Tapi Indah (Carl's Flying House)


posted by Eline on ,

No comments

Aku mengawalinya tanggal 7 Agustus lalu. Membuat sebuah rumah kecil dari kertas, atau yang biasa orang sebut paper craft, kerajinan dari kertas. Ini berguna banget nih buat melatih orang2 yang ga rajin, kaya aku.

Mungkin ini masih efekasi gara-gara menang lomba paper craft bak anak TK di FGD kemaren. Tiba-tiba aku pengen aja bikin kerajinan yang bukan level anak TK lagi. Cari..cari..cari..pilihan jatuh pada sebuah rumah sederhana yang indah. Rumahnya Mr. Carl Fredricksen di film UP! Menurutku filmnya bagus banget, ada sedihnya, ada lucunya, karakter animasinya yang kayanya dibikin dengan spenuh jiwa, dubber-nya yang kayanya dicari dengan seleksi ketat, dan ceritanya yang bikin beberapa orang pengen nonoton untuk kedua kalinyamantabs.

Yang jelas, aku telah menentukan untuk membuat rumah dari kertas (berhubung belom bisa bikin rumah dari semen) ini. Pertama, aku download dulu filenya, trus aku print2 di kertas A3. Kl ga salah abis 8 lembar A3. Abis itu malemnya aku gunting2 yang gede2 dulu, n aku tempel lagi di kertas gambar biar agak tebel n gampang di tekuk2. Ngelemnya pake lem kayu.


Ini gambar kertas2 yang baru dipotong sebagian

Setelah kertas2 itu di potong dan di tempel pake lem kayu ke kertas yang lebih tebel, kemudian ditekuk2 dan hasilnya akan jadi kaya gini :

Gambar ini bagian2 buat tangga dan jeruji lobang angin, kecil2 banget.


Ini bagian yang paling kecil. Kertas yang aku pegang itu belom ditekuk2 lho. Bisa kebayang ga gimana nekuk dan nge-lemnya? Ya, ini bagian yang paling susah menurutku, karena kertas se-uprit gitu musti ditekuk jadi bentuk balok 4 sisi. huaaaa...ketawamiris

Tapi akhirnya dengan semangat juang yang tinggi, serta memohon do'a restu dari orang2 tersayang, akupun berhasil membuat jeruji itu sebanyak 18 biji. pendekar


Ini Gambar rumah setengah jadi dan belom dipasang jeruji serta atapnya.


Dan ini setelah dipasang jeruji2 itu. Kalian bisa liat kan 'kayu2' kecil di atas dan dibawah teras itu. Yah itu lah si kertas kecil keparat itu.

DAN TARAAAAA......


Inilah hasil akhirnya, si rumah dan si aku yang tersenyum gemilangterharu

Rumah ini jadi hari jum'at tanggal 14. Aku mengerjakannya selama 4 hari, tanggal 7, 8,9, dan 14. Rumah ini dari kayu, punya 2 lantai, punya perapian dan teras kecil di depannya. Someday aku pangen bisa bikin rumah beneran kaya gini. Ga terlalu luas, tapi bagus.

Do'akan ya teman-teman...love



Buat yang pengen ikutan bikin juga, kalian bisa download filenya disini. Buat yang belom nonton film-nya, It's very recommended.
»»  terus,gimana lin?...

Ibadah yang lain


posted by Eline on

No comments

Selamat pagi. hi

Jam di komputer aku udah nampak jam 1:17 pagi. Jam ini kecepetan 20 menit. disinyalir karena batrenya soak...

Beberapa jam yang lalu, orang-orang diluar sana udah mulai solat tarawih, sementara aku disini, masih berkutat dengan board, komputer, beberapa teman, beberapa storyline, kacang dan martabak manis...

Tahun ini aku mengenapi 3 tahun ga solat tarawih pertama di bulan ramadhan. Stop..stop, revisi. Kata 'mengenapi' sepertinya salah, karena 3 bukan angka genap. Yah, aku kan seorang kopi maker jadi bolehkan kl ngaco2 dikit di tulisan...

Tiga tahun semenjak aku di Jakarta, aku ga pernah lagi bisa ngerasain nuansa ramadhan kaya dulu. Tiga taun belakangan ini juga aku selalu ga ikut solat Ied, alesannya ya karena aku wanita, aku belom menikah, aku sedang tidak hamil, dan aku belom menopause_Jah elah lin ribet amat, bilang aja lo lagi 'dapet'_ Heheh, ya udah tiga taun ini aku selalu ga bisa ikut puasa pertama dan solat ied karena alesan itu.

Tapi aku juga mau jujur kl semenjak 2 taun kemaren ini , aku emang jarang banget ikut tarawih. Ada aja alesannya. Di taun pertama, aku masih tinggal di bekasi dan musti kerja di kelapa gading. Perjalanan pulang kantor yang ngabisin waktu 2 jam dengan naek angkotan 2 kali itu bikin aku sampe dirumah jam 8. Tarawih sudah dimulai. Di taun kedua (taun kemaren), aku udah pindah dari bekasi ke rumah di jalan ekor kuning rawamangun. Dari sini ke kantor jadi lebih deket memang, paling cuma 15-30 menit, tergantung tingkat macet. Kebetulan biasanya aku ikut nebeng mobil temen yang serumah. Tapi ternyata itu tetep bikin aku ga berangkat juga tarawih di masjid karena jaraknya yang luayan, udah gitu deket termianl bis, dan ga ada temenku yang nemenin. Paling juga dirumah, itu pun kl ga banyak setan yang narik2 mataku. heheh

Nah tahun ini, aku udah pindah kamar lagi ke daerah komplek yang masjidnya cuma selisih 5 rumah. Aku masih berharap, kali ini aku bisa bikin kaki ini pergi ke masjid itu, tarawih bareng2 lagi sama orang2 yang belom aku kenal. Pikiran ini sempet terhantui sama kata2 'lembur' yang akhir2 ini lagi akrab banget sama malam2ku.
Tapi...bukankah katanya kerja itu ibadah. Iyakah, Tuhan?bingung
Lalu gimana kl kerjaanku 'ngebohongin' calon konsumen?aiahahaha

Mungkin karena sebab itulah Tuhan ngasih aku lembur, biar kerjaanku ga ngebatalin puasaku kali ya.. heheh...

Sekarang aku mau pulang(2:45 Waktu Komputer Sayah), Happy fasting everybody...
»»  terus,gimana lin?...

Kelaparan Kala Hujan


posted by Eline on ,

No comments

Entah berapa kali udah aku nulisin blog ini pas malem minggu. Kayanya kencan malem minggu bak anak2 ABG ga berlaku lagi buatku. Bukan karena faktor usia (ngeles, ga mau dibilang tua) tapi karena kesibukan semata yang membuatku akhirnya ingin melewatkan weekend dengan istirahat.. hahahha..tsaaahh...alesane ra nguati

Diluar abis ujan deres, dan perut ini belom juga diisi makanan. Biasanya kalo udah kepepet gini, Roni si abang tukang sate yang suka keliling kompleks langsung dapet sms mesra dariku. Tapi untung tak dapat di raih malang ada di jawa timur, gara2 keasikan sms-an sama sodara di surabaya n adeku yang sibuk minta bikinin fesbuk, pulsaku habis dengan suksesnya. Dan jadilah aku kelaparan ditengah desau angin setelah hujan..hiks..hiks... emaaaakk malang nian nasib anakmu ini.

Dengan masih berusaha buat nyari2 makanan di kamar kos ini _yang kemudian cuma nemu mi goreng,kerupuk ikan tengiri, dan kopi_ aku masih berusaha buat ngedapetin makanan yang layak. Mie goreng sebenernya sangat layak buat anak kosan macem aku, tapi udah beberapa hari ini aku makan mie terus, entah digoreng atau direbus. Selain katanya makan mie kebanyakan ga bagus buat kesehatan (tapi bagus buat kantong dan waktu), aku juga lagi kena maag yang cukup parah, dan menurut saran dokter (YangRumahSakitnyaGilaAnjir) kl maag ga boleh makan mie dulu. Sedikit intermezzo (ditengah2), aku ga begitu suka kl makan mi rebus buatan sendiri, tapi kl di bikinin orang, especially bapakku, bisa abis banyak. Apa yang salah dengan tanganku dalam meracik bumbu mie rebus instan?

Aku rasa aku tau resep mie rebus ciamik a la bapak. Begini kira-kira :


Bahan
  • Mie rebus instans merk apa aja, rasa sesuai selera
  • Telor ayam sejumlah mie rebus yang bakal dimasak
  • Bawang merah beberapa siung (sesuai selera), iris
  • Bawang putih beberapa siung juga, iris
  • Cabe rawit kaya ini sesuai selera, boleh diiris boleh ngga
  • Tomat, potong2 jadi 4 atau 8 atau suka2 aja deh
  • Caisim atau sawi hijau, potong2, pisahkan bagian batang dan daun
  • Lada bubuk, ga usah diiris atau di potong
  • Mentega, ini juga ga usah diiris. :p
  • Air, sesuai takaran yang tertera di belakang bungkus mie atau sesuai selera (saya menyukai lebih sedikit dari takaran di belakang bungkus, karena akan bikin mie ga banyak aer-nyemek-dan bumbu lebih berasa)
Cara mbikinnya
  • Panaskan air hingga mendidih, lalu masukkan mie. Rebus sebentar aja, hanya untuk menghilangkan lapisan lilinnya (kalo mati lampu bisa pake mie di bakar kl gitu). Buang air rebusan, tiriskan. (Biasanya mie masih dalam keadaan setengah keras, dan belom ngembang, emang itulah tujuannya)
  • Panaskan wajan, kasih mentega plus minyak yang ada di mie instan. Tumis bawang merah dan bawang putih sampe harum (bukan harum bunga melati ya). Setelah itu masukkan aer ke wajan, tunggu sampe mendidih.
  • Setelah mendidih, masukkan telor, bubuhi sedikit lada, aduk2 agar telornya pecah dan berumbai2 (maksudnya ga kaya bentuk telor mata sapi).
  • Kemudian masukkan mie, cabe rawit, batang caisim dan bumbu bubuk. Aduk rata.
  • Terakhir masukan potongan tomat dan daun caisim. Matikan api, hidangkan dan anak2nya siap mencicipi. :D

  • Note : Itu sedikit dimodifikasi agar sesuai dengan keadaan kos yang biasanya ga banyak persediaan makanan di kulkas. Kalian bisa nambahin, bakso, sosis, kornet, ayam, sapi, kulkas, tivi, macbook, Jaguar, dll kedalamnya, biar lebih ciamik, heheh

Ok Guys, ternyata sekarang udah jam 12 teng, dan aku diputuskan ga makan malem. Ini si abang2 tukang makanan pada kemana ya. Ya sudah lah, mungkin besok pagi aku akan bales dendam dengan mencoba bikin nasi uduk. Oiya sekitar 3 minggu lalu aku juga nyoba bikin nasi uduk, tapi agak gagal. Nah, karena saya termasuk tipe orang yang mau belajar pada kegagalan (uhuk..uhuk..ehm) maka besok saya memutuskan untuk mencoba lagi. Doakan yah semoga besok berhasil... Nanti kl berhasil bakalan aku posting disini, sekalian sama ngasih tau kenapa kemaren gagal.

Have a nice Weekend epribadih...
*nidly nite...*

»»  terus,gimana lin?...

Escape for Awhile


posted by Eline on , ,

No comments

Long weekend kemaren aku pulang ke rumah ortu di Banyumas. Sebelom kalian tanya itu ada dimana, aku akan jawab duluan, Banyumas itu salah satu kabupaten di Jawa Tengah, kl naek bis ato mobil dari Jakarta bisa ngabisin 10 jam termasuk brenti makan. Kl naek kreta (yang bukan kreta Shinkanzen) biasanya 6-8 jam. Dan kl naek pesawat sekitar 3 jam 45 menit (maksudnya naek pesawatnya dari Jkt-Yk 45 menit, n dari Yk ke banyumasnya 3 jam, heheh). Masih belom ngerti juga? Hmm.. gini nih calon2 perusak negeri, kagak ngarti geograpi.

Berangkat dari Jakarta jum'at sore, saat di tv lagi rame2nya nyiarin bom di JW Marriot n Ritz Carlton Hotel. Nyaris banget ketinggalan bis trakhir gara2 kerjaan kantor lagi minta dimanjain. Setelah perjalanan yang bikin ga enak tidur itu, akhirnya tepat jam 3 pagi keesokan harinya aku turun dari bis. Sampe di rumah niatnya pengen tidur lagi, tapi malah si ibu ngajakin ngerumpi.

Tiga hari di rumah sukses banget bikin berat badan naek, sayang aku ga sempet nimbang before-after nya. Tapi aku yakin banget timbangan badanku naek, gimana ngga, di rumah segala makanan berasa ada semua. Dari mulai daun oseng2 daun pepaya -yang jarang diminati orang- sampe bakso -yang belom nemu bandingannya di Jakarta- bisa aku lahap seharian (bahkan bisa nambah sekali makan )

I love my home, lengkap dengan halamannya yang banyak pohon buah2nya, 3 lampion bikinan si Rian yang nemplok2 di teras, sampe cat dan lantai keramik-nya yang beda2 warna, motif dan pattern-nya di tiap2 ruangan. Paling seru masih kamarnya si rian, soalnya di salah satu dindingnya dia cat merah gelap abis itu dikasih cipratan cat warna warni, jadi kl lampunya di matiin berasa di tempat yang banyak bintang warna warninya. Trus di sisi sebrangnya ada gambar karikaturnya vokalisnya PAS Band (kl ga salah) di dasari warna ijo dan biru yang berseling 3. Ni aku ambil gambarnya pake kamera hape yang cuma 1.3 MP jadi warna aslinya ga begitu terlihat.



Rumah itu emang bukan rumah tempat aku lahir dan besar, kaya rumah2 kenangan yang suka ada di pelem2, tapi rumah sederhana dengan isinya yang luar biasa itu nyaman sekali untuk ditinggali. Tiga hari disana bersama keluarga rasanya belom puas. Karena selain makan dan makan, aku sibuk kesana kemari, mengurusi ini dan itu, jadi berasa kurang aja nikmatin tiap sudut rumah.

Akhirnya hari senen abis maghrib, kembali aku naek bis ke Jakarta, dengan dianter ma bapak ibu dan ade bontot. Hahaha.. udah segede gambreng gini masih dianter, yah child always be a child. Jam 7 lewat, bis yang bakal bawa aku ke Jakarta dateng. Aku langsung naek, n ga berapa lama setelah bisnya jalan kok langsung ada perasaan sedih yang menjalar (berasa ular).

Tumben.

Yah Tumben aku sedih bgt meninggalkan rumah kali ini. Padahal perjalaan 'pergi' dari rumah dah gw alamin dari jaman SMP dulu, tapi tetep aja aku ingin menangis di bis itu. Mungkin karena kali ini aku pergi dari rumah dengan meninggalkan banyak hal yang musti diurus dan aku yang belom bisa banyak membantu ini malah musti pergi ke Jakarta dan bertemu dengan banyak hal yang juga minta di urusin. Untung disebelahku kosong jadi ga malu diliatin gara2 mukaku kaya abis diputusin pacar. heheh..

Ga berapa lama,agak lupa di daerah mana, ternyata ada cowo yang naek n duduk disampingku. Ga kliatan mukanya krena pake topi, yang jelas dia sering bgt di telpon orang yang gw yakin cewenya yang baru jadian. Ini terlihat dari gaya pembicaraannya :

"....aku duduknya di tengah..iya samping kanan"
"km udah makan belom? sebentar lagi aku makan"

...30 menit kemudian...

" iya nanti aku kabarin"
"oiya kaos putihku ketinggalan di kamar mandi"

...1 jam kemudian..

"udah ya, aku mau makan dulu nih"

...setelah turun makan...

"iya aku makan pake sayur, pake ayam"

...setelah lama kemudian...

"udah dulu ya aku malu nih diliatin orang"

...masih tetep nelpon sampe ga tau jam berape...
Gile ya kl orang jatuh cinta, ga peduli kuping panas, ga peduli gombalannya norak, ga peduli bikin aku susah tidur. Aku rasa obrolan beberapa bulan kemudian jadi gini :

"aku udah di bis nih, paling nanti makan jam 9, km jangan lupa makan, tar aku kabarin kl udah sampe Jakarta"
beberapa bulan lagi...
"tak..tik..tak..tik..tak..tik..(ngetik sms doang)
hahahah... berasa curco jadinya...

Yang jelas, tu orang bikin aku ga enak tidur, eh giliran aku udah bisa tidur dikit, dianya (mungkin kala itu) udah tidur juga, tapi dengan ga sopannya dia jatoh aja gitu ke arahku. Sumpah kaget anjrit, dan itu bikin aku parno n susah tidur lagi sampe pagi. Oiya, sekitar jam 3 pagi mereka telpon2an lai lho.

Akhirnya puas2 deh semaleman ga tidur dan sampe turun bis (yang ternyata di Bekasi, dan bukannya di Pulo Gadung) udah jam 6. Udah gitu cari taksi susah pula, dan kalopun dapet, pasti akan ngajak miskin karena jarak yang cuma sekitar 12an kilo bisa ditempuh 2 jam gara2 macet. Yang ga percaya boleh deh sekali2 nyoba berangkat ke kantor lewat Bekasi Utara menuju Jakarta Timur tanpa lewat Tol.

Dan gara-gara menghindari kelamaan macet itu akuhirnya aku memutuskan untuk naek ojek (pertama kalinya semenjaka ku di Jakarta), lumayan menghemat dana dan waktu rupanya. Sampe di kost langsung pengen tepar, tapi musti mandi karena kabarnya ada present jam 10.. huaaa.. pengen nangis :(

Sampe di kantor ternyata present di undur jadi jam 1 siang, tau gitu tepar dulu tadi pagi. Malemnya musti dilannjut lembur sampe jam 11, dan aku tak akan melupakan sakitnya perut langganan bulanan ini. Hufff...

Kadang orang ga boleh menyerah walaupun mungkin dia tau akan tetap kalah.. heheh...

Ok Guys, see ya on da next Posting. Tunggu ya sampe leher ini bisa menyangga kepala dengan sempurna lagi.

Thx to Counterpain
wink
»»  terus,gimana lin?...

Debussy-Clair de lune


posted by Eline on

No comments

Berawal dari blogwalking, trus nemuin satu lagu yang di-share judulnya doang. Nah karena penasaran, aku carilah lagu itu, lalu malah nemu lagu ini :



Debussy-Clair de lune
Lagu ini pernah aku temuin di Twilight, kalo ga salah jadi backsound waktu Edward Cullen ma Bella lagi dansa di rumahnya Edward-yang-sumpah-keren-aja.

Oiya kl mau denger lagunya, dan kemudian ada kecampur sama suaranya Jonas Brother, mending kalian matiin dulu lagu di ipodku ituh, yang ada disamping kanan, biar ga rancu. video ini ga ada gambarnya, cuma bar2 piano doang, biar berasa kita yang lagi maen, hehehheh...

Enjoy
»»  terus,gimana lin?...

Suatu Sore Saat Hujan Turun Di Jakarta


posted by Eline on

No comments

Gw lagi ada dalam perjalanan pulang ke kosan gw saat gw nulis ini. Abis present di bank ekonomi, Kuningan Jakarta.

Fyuh, hari ini agak kacau kawan. Gw bangun dengan perasaan yang sangat2 ga nyaman. Hingga kemudian memutuskan untuk beranjak mandi dan beraktifitas. Guyuran shower tenyata cukup mampu mengurangi sedikit kemalesanku pagi tadi. Tadinya mau ga masuk kantor, tapi teringat tanggung jawab gw yang masih banyak itu, akhirnya gw mengalahkan ego gw, dan memutuskan buat tetep pergi ke kantor walau telat.

Nasi, ikan mas, kerang dan tempe tepung jadi makanan pertama yang masuk ke perut gw sejak makan nasi goreng kambing siang kemaren. Bersyukurlah gw karena sea food adalah salah satu makanan kesukaan gw.

Begitu masuk ke kntor, gw langsung ditagih kerjaan “mewarnai”, dan itu bikin gw marah2 sama ae gw itu, Sorry buddy. Dan saat gw lagi asik mewarnai, gw lagi2 ngebikin temen gw bete karena dengan ga sengaja gw nyuekin saat dia lagi butuh pendapat soal running teks. Dah gw bilang kan, hari ini agak kacau.

Ga lama ae gw dateng lagi, nanyain kerjaan gw dah sampe mana, karena sore ini dia musti kasih laporan ke klien. Sebelom pergi, ternyata dia ga lupa buat ngingetin gw kalo jam 3 ada jadwal present. Wat de fak!!. Gw langsung teringat mas Bq, salah satu art director di kantor lama, yang berharap dirinya punya tongkat ajaib yang bisa menyelesaikan semua kerjaannya hanya dengan sekali bunyi Triiiinnnnggg

Gw pun berhayal, gw juga puya tongkat itu.

Khayalan gw ga jadi kenyataan tentunya, dan gw mau ga mau harus nambahin speed gw. Seperempat jam sebelom berangkat akhirnya gw kelar 90 %. Dan dengan perasaan yang masih galau (backsoundnya lagunya glenn fredly), gw pun pergi ke bank eko, ditemenin pak adit, driver kantor gw. Ujan deres baru aja reda, tinggal sisaan rintik2 yang justru bikin pala puyeng
Sampe disana pas jam 3 sore, setelah nunggu sekitar seperempat jam, akhirnya gw naek ke lantai 6 buat present POS sekalian sama quotation-nya. Pas masuk ruangan, disana udah ada ae n Mr Packman (orang yang bertugas bikin packaging)lagi siap2 present juga. Present kali ini ga bisa dianggap sukses, jualannya ga laku, n si klien langsung mencak2 demi melihat angka2 rupiah di lembar quot yang bakal dia keluarin buat biaya produksi.
Quot ga di setujui, n itu langsung bikin moodnya ancur, dan merembet kemana2. hiks...kacau..
Present giliran gw cuma bentar, tapi menyusul kemudian present pakaging yang berlangsung sampe jam 6, dan gw udah mati gaya. Bayangin bo, 3 jam buat meeting adalah salah satu penyiksaan buat gw. Setelah si klien cape sendiri, akhirnya dia menyudahi meeting dan ga lupa menyampaikan kalimat biadab "besok pagi kirim jpegnya ya". Wat de fak ar yu tingking of... hah
Mencoba melupakan sambil jalan keluar gedung. Pak Ahmad, another driver kantor, udah nunggu gw n Mr. Packman. Sementara si Ae pulang bawa mobil sendiri yang musti di jumper (bener ga sih tulisannya) dulu kl mau jalan.
Ujan gerimis masih setia mewarnai Jakarta sore ini, dan gw di dalem mobil menulis ini, berharap saat hari ini berakhir, ujan juga akan berenti. Bareng sama berentinya kekacauan di hati gw hari ini.
Kadang, hujan perlu hadir buat bikin cerita lebih punya warna yang beda.



»»  terus,gimana lin?...

Gw Pun Minum Lagi


posted by Eline on

4 comments

Akhir-akhir ini gw lagi merasa agak lemot. Biasanya kl udah mulai nyadar kapasitas otak menurun, gw akan menyambar gelas gw dan meminum banyak2 aer di dalemnya. Yah, kemaren gw baru dapet kiriman artikel di e-mail gw yang ngasih tau korelasi antara kurang minum bikin kita jadi bego. Kira2 gini artikelnya :

Akibat Kurang Minum
Kira-kira 80% tubuh manusia terdiri dari air. Dua organ paling
penting dengan kadar air di atas 80% adalah : Otak dan Darah. !! Otak memiliki komponen air sebanyak 90%, Sementara darah 95%. Jatah minum manusia normal sedikitnya 2 liter/8 gelas sehari. Jumlah di atas harus ditambah bila anda seorang perokok.. Bila kita mengkonsumsi kurang dari 2 liter sehari tentu tubuh akan menyeimbangkan diri. Caranya...? Dengan jalan "menyedot" air dari komponen tubuh sendiri.Dari otak dan Darah. Darah yang disedot airnya akan menjadi kental.. Akibat pengentalan darah ini, maka perjalanannya akan kurang lancar ketimbang yang encer.
Saat melewati ginjal (tempat menyaring racun dari darah) Ginjal akan bekerja extra keras menyaring darah. Dan karena saringan dalam ginjal halus, tidak jarang darah yang kental bisa menyebabkan perobekan pada glomerulus ginjal. Akibatnya, air seni anda berwarna kemerahan, tanda mulai bocornya saringan ginjal. Bila dibiarkan terus menerus, anda mungkin suatu saat harus menghabiskan 400.000 rupiah seminggu untuk cuci darah.
Eh, tadi saya sudah bicara tentang otak ' kan ...? Nah saat darah kental mengalir lewat otak, perjalanannya agak terhambat.. Otak tidak lagi "encer", dan karena sel-sel otak adalah yang paling boros mengkonsumsi makanan dan oksigen. Lambatnya aliran darah ini bisa menyebabkan sel-sel otak cepat mati atau tidak berfungsi sebagaimana mestinya..(ya wajarlah namanya juga kurang makan...) Bila ini ditambah dengan penyakit jantung (yang juga kerjanya tambah berat bila darah mengental... ),maka serangan stroke bisa lebih lekas datang Sekarang tinggal anda pilih: melakukan "investasi" dengan minum sedikitnya 8 gelas sehari- atau- "membayar bunga" lewat sakit ginjal atau stroke.

Gituh...
nah, gara2 takut tambah bego makanya gw minum banyak2. Tau gituh dari dulu gw ga usah belajar, minum aja banyak2. Hihihi (gw minum lagi). Tapi ternyata keinginan gw buat nyiramin otak n badan gw dengan banyak aer ga semulus yang diharapkan. Karena eh karena di kantor gw lagi banyak isu2 ga asik, yaitu mulai beredarnya gossip seputar 'penunggu' di kamar mandi cewe. Nah lho, kl gw banyak2 minum kan otomatis gw akan sering pengen pipis. Dan pipis sambil dibayang2i cerita2 serem sungguh ga asik kawan. Pemecahan masalah ini cuma a) Gw ga jadi minum banyak2 di kantor, b) Gw pake pempers kl ke kantor, c) Gw pipis di kamar mandi cowo atau pulang ke kost kl mau pipis. Sampe sekarang belom berhasil nemuin jawaban yang pas.

Ok, balik lagi ke cerita awal tadi. Yah, yang kaya gw tulis di kalimat pertama tadi, kl gw ngerasa tambah lemot aja, kerja juga ga semangat bgt. Kayanya kl jidat gw ada warnanya, maka kalian akan ngeliat seperti ini :
1. Senin : Biru donker
2. Selasa : Ungu janda ga laku
3. Rabu : Merah kebakaran
4. Kamis : Orenji twillight
5. Jum'at : Koneng ngejrenk
6. Sabtu : Hejo (disini gradasi mulai berjalan per jam)
7. Minggu : Ijonya dah mulai lumutan n kecampuran abu2 (beberapa jam kemudian jadi gelap)

Nah hari ini masih selasa nih, warnanya lagi ungu janda. Dan sekarang nih, seharusnya gw ngerjain revisi packaging pasta gigi, tapiiii...temen2 seTim gw lagi pada ke klien jadinya gw males ajah gituh. Seharusnya gw ikut present, tapi karena kelamaan makan siang, akhirnya gw pun ditinggalkan. Ini hampir sama kaya kasus hari senen kemaren, dimana harusnya gw ada meeting internal jam 3. Tapi entah gimana ceritanya gw lupa aja gituh.
Itulah tanda2 gw kekurangan cairan (ngeles, ga mau dibilang bosdoh dan teledor), hingga otak gw ga mampu mengingat schedule yang penting ituh. Uuuhhhh...

Dan sekarang gw lagi terbengong-bengong di meja gw. Tadi sebenernya udah dapet brief, tapi kayanya gw lebih tergoda buat nulisin blog ini. Gw harus memastikan bos gw ga punya link ini. hikikikik :p.

(Gw minum lagi)
Ga sabar nih nunggu akhir minggu, dimana tabungan akan kembali terisi n gw bisa nonton Slumdog Millionaire (katanya bagus banget). Pengen potong rambut juga nih, tapi "proposal" belom deal. Kl gituh, mungkin gw akan mengajukan proposal pijit memijit ajah. Badan gw rasanya kaya abis nguli, beberapa kali gw musti nempelin hansaplas di punggung gw, yang kayanya ga banyak ngefek. Resenya sempet ada orang yang ngomporin gosip diatas, dengan bilang jangan2 gw ketempelan, kaya di film Shutter (betul ga tulisannya?) itu.

Deuuuhhh.. jam nya lama amat ya? Gw udah pengen pulang, pengen tidur, soalnya tadi malem gw tidur malem saat tukang sate udah mau tutup n bangun pagi2 waktu tukang roti baru mulai beredar.



Bye guys....see ya in da next post, oiya, jangan lupa minum banyak aer putih.
»»  terus,gimana lin?...

Cubicleku Hari Ini


posted by Eline on

No comments

Siang udah mulai beranjak sore, saat gw ma tim gw belom juga nemuin materi buat bahan ide iklan sebuah produk baru minuman penambah energi. Jam di komputer gw udah nunjukin jam 3.22 PM, yeah gw tau jam komputer gw ngaco, batrenya udah soak kali.

Gw iseng liat keluar jendela, Jakarta panas dan berangin. Gw lirik sang copy writer, yang duduk di arah jam 10 gw (jam analog maksud gw), kayanya dia lagi mikir juga sambil ngeliatin ikan cupang putihnya berenang-renang. Sementara ACD gw ( eh lo..iya elo, punya ga singkatan lain selain ada celana dalem?) ga tau lagi ngapain, tempat duduknya di pojokan yang kl ditarik garis, mungkin dia ada di arah jam 1an lah. Ini emang ga asik kawan, 1 team tapi duduknya jauh2an adalah masalah buat kami para PSK, pekerja seni komersial. iya gw tau kita ga boleh cengeng n manja, tapi tetep aja, tempat duduk masih jadi kendala buat kl tiba2 pengen badai otak dadakan.

Yah, tim gw lagi dapet brand baru, yang celahnya sempit sekali, karena kompetitornya udah gede2. Belom lagi selesai soal yang ini, tiba2 gw dihadang suruh bikin packaging yang deadlinenya 2 minggu.

hiks...

Tuhan...

Jakarta udah sore waktu gw nulis kalimat ini, maklum dari tadi disambi2. Dan kayanya malem ini gw lembur deh... fyuh, untung bukan kemaren.
»»  terus,gimana lin?...

Rainy Saturday Nite


posted by Eline on

2 comments

Malem ini diluar ujan, ga deres sih, tapi cukup bikin keki juga. Jadi salting nih, pintu kamar dibuka, kok dingin ya, soalnya kamar gw lansung menghadap balkon. Kl ditutup kok gerah ya, maklumlah gw baru sebulan nempatin kamar ini, n pendingin belom sempet kebeli. And u know what, it’s Saturday night, sendirian dikamar, ga ada makanan, mau ngenet tiba2 koneksi ilang ga tau kemana, ngehe bgt. Lengkap lah sudah.

Gw masih penasaran nih kenapa ga konek, apa gw salah nyolokin kabel ya? Tapi udah gw bolak balik kabelnya, ga nyala juga. Akhirnya gw cuma pasrah buka word n nulis sekenanya, buat disimpen, n diposting kl nanti inetnya udah konek lagi.

Btw guys and gals, 2 hari kemaren gw tepar. Ga penting ya? Biarin. Gw kira tadinya gw keracunana makan siang, soalnya pusing2, mual2, kejang2, mata melotot, mulut berbusa…uummm… ga sampe segitunya sih, tapi yang pasti gw emang pusing, sakit perut, muntah, dan pengen dimanja. Aiiiihhh. Bukan, gw bukan hamil, demen bgt sih ngeggosipin orang hamil. Gw juga awalnya ga tau kenapa, makanya gw mengira2 mungkin gw keracunan, sampe si temen gw mengungkap kenyataan kl katanya gw ga mungkin keracuan, karena gw yang memproduksi racun.

Trus gw pun berpikir lagi, apa gw kena kutuk ya. Postingan kemaren gw ngebahas soal ujian yang dimisalkan dengen sakit perut pas mau ada wawancara penting, dan beberapa hari setelah itu gw benar2 mengalami sakit perut, pas lagi gw mau nyiapin present pertama gw. Untungnya present tetep jalan, bahkan boleh dibilang cukup berhasil, mungkin klien salah mengimpretasikan cengiran gw. I’m not so smart, but I’m almost always lucky, hikikiki…

Sorenya gw pulang cepet, sampe dikamar langsung menggelepar tak berdaya. Tanpa mandi, tanpa sempat ganti baju. Beberapa jam kemudian si abang dateng bawa obat n susu putih, yang justru bikin gw muntahin semua makanan gw.
Lo mo bunuh gw bang?
Gw pun berpikir positip bahwa gw emang keracunan. Buat yang belom tau, susu putih emang bisa ngebantu kita ngeluarin racun. Jadi kl lo ga sengaja minum obat nyamuk, buruan minum susu putih ya, sekalian minta bikinin mi rebus pake telor setengah mateng juga boleh. Ini sih biar kenyang aja.

Besoknya gw resmi bolos kerja. Lo boleh percaya ato musti gw paksa buat percaya, ini kali pertama gw bolos kantor karena sakit. Biasanya gw bolos untuk alesan2 yang wajar, missal menghadiri wisuda, maen ke jogja, ato jalan2 karena bosen. Alhamdulillah gw emang jarang tepar. Nah kali ini gw sakit, sampe tepar, nyokap gw jadi rada panik. Seinget gw, gw terakhir tepar itu pas di magang di Surabaya 3 taun lalu, itu karena…apa ya, uumm..ga cocok sama hawa panas, iya, gw ga bisa berdamai sama panasnya. Heheh..

Lalu apa yang gw dapet dari sakit kali ini yang bisa gw bagi ke kalian ya? Di bagi sakit jelas ga mau, di bagi obat juga gw ga yakin bakal mau, tapi vitamin gw enak rasanya. gw juga dapet perhatian lebih dari si abang, tapi lo ga berpikir gw akan membagi yang satu ini kan?
Gw juga dapet rasa bosennya, 2 hari ga masuk kerja ternyata bosen juga, padahal kl di kantor gw juga suka mati gaya kl lagi ga ada ide. Tapi gw dapet banyak cerita dari temen2 gw, soalnya satu2nya aktivitas yang bisa gw lakukan selain tidur ya cuma sms, telpon, sama kadang kl pusingnya ga lagi kumat gw akan baca buku yang belom sempet kebaca sejak juni lalu.
Nah dari sms an dengan sahabat2 gw itulah gw bisa ketawa n sedikit mengurangi rsa jenuh. Ada oja yang ngingetin gw waktu bareng2 ngecengin pria berseragam yang ternyata kakak kelas gw waktu SMP, ada juga cerita Nesty yang lagi dirundung nestapa karena baru nikah musti pisah antar pulau sama suaminya. Tapi yang paling seru ada cerita antara gw ma salah satu sahabat gw.

Udah jam 23:36 sekarang, jadi gimana kl cerita antara gw n sang sahabat gw lanjut di postingan berikutnya. Ujan diluar masih terus turun, internet masih juga belom konek. Tadi gw udah sempet nelpon nyokap, ngobrol sejam-an, beharap internet bisa konek setelah gw mohon doa dari nyokap, tapi kayanya nyokap gw belom faseh doa soal internet, soalnya mungkin internet belom ngetren di waktu doi masih belajar ngaji.

See ya in da next post…
»»  terus,gimana lin?...
Related Posts with Thumbnails