Showing posts with label Me myself and I. Show all posts

Being Lucky...


posted by Eline on

1 comment

Diantara kesibukan mengurus rumah, anak , dan suami...ijinkan aku kali ini mengurusi diriku sendiri. Aku sedang ingin bersyukur lagi dan lagi.. karena memang itu yang aku bisa lakukan saat ini...

Aku pernah mendengar bahwa orang pintar kalah sama orang beruntung. Aku bukan termasuk golongan orang yang pinter banget. aku bukan penemu dan IP-ku cuma berkisar di angka 3 dan tidak cum laude. Tapi aku bersyukur karena aku merasa aku orang yang beruntung. 

Oiya buat kalain yang males baca cerita tentang diriku yang ga penting ini, kalian boleh ke blog tetangga sebelah. Tapi kalo yang lagi ga punya kerjaan dan nekad mau nerusin baca, mudah2an tulisan ini bisa bikin kalian bersyukur juga...

Mari kita runut keeruntungan2ku :

1. Aku beruntung jadi anak perempuan. Perempuan bisa pake baju bagus2, bisa nangis saat liat film sedih tanpa malu di ceng-cengin. Bisa bangga saat bisa lebih hebat dari laki-laki. dan bisa jadi IBU.

2. Aku beruntung pindah dari jakarta ke kampung dan sekolah disana. Selain punya temen yang ga berpamrih, aku belajar banyak tentang kehidupan. Mulai dari berbagi sampai bertani. Apa itu ga bisa aku dapatkan kalo aku sekolah di kota? i dont think so..


3. Aku beruntung bisa di terima di bagus, walau jauh dari orang tua. Karena aku belajar kemandirian dan belajar biat menghadapi nilai jelek samapai preman terminal, sendirian.


4. Aku beruntung walopun NEM SMP-ku ga bisa dibilang bagus, ternyata aku bisa masuk SMA  bagus tanpa uang sogokan.


5. Aku beruntung saat di taun ketigaku di SMA, kelas bahasa pertama kali di buka. Bayangin kalo di sekolahku ga ada kelas bahasa, bisa-bisa aku pindah ke sekolah yang lebih jauh lagi.

6. Aku beruntung putusan sama pacar pertama, karena itu aku bisa ketemu sama cinta pertama..nyeheheheh


7. Aku beruntung di terima di jogja dan bukan di bandung. Karena ternyata bandung macet banget dan makanan Jogja lebih murah hahahhaha... ada angkringan pula disana.


8. Aku beruntung masuk kelas Advertising dan bukan PR, karena aku ga bisa dandan, dan aku akan kalah telak kalo di suruh nge-lobby klien.


9. Aku beruntung bisa lulus tepat waktu , walau ga cumlaude. setidaknya emak bapakku ga ngeluarin duit lebih banyak lagi.


10. Aku beruntung bisa kerja pertama di advertising lokal dan bukan interlokal (telponan kaliiii...) maksudnya bukan multinasional...karena aku lebih mudah beradaptasi di awal masuk dunia kerja.


11. Aku beruntung dapet kerja di Jakarta dan bukan di Surabaya, walaupun disana ada makhluk indah banget (kyaaaa.. rinaaaaa....do you remember it?) Karena jakarta ga sepanas Surabaya, dan lebih bersahabat.


12. Aku beruntung pindah kerja ke tempat yang lebih "gahar", karena setidaknya gajiku naek nyehehehhe...


13. Aku beruntung bisa menikah dengan seorang cinta pertama. Betapa banyaknya orang di luar sana yang ga bisa nikah dengan cinta pertama atau bahkan ga pernah punya kesempatan sekedar mengenalnya.

14. Aku beruntung punya anak di usia muda, karena aku masih kuat melahirkan. Dan aku beruntung anak itu adalah Al, kenalan aja sama dia kalo mau tau alesanku merasa beruntung :)


15. Aku beruntung punya Iyank, wahyu, lukita, shesilly, pitli, uci, gani, rina, oja, dilla, ika, vina, whery, tya, viona, donny, dan banyak lagi...mereka hartaku di dunia...


16. Aku beruntung lahir diantara Keluarga-ku. Karena mereka selalu ada untukku.


Tulisan ini aku buat bukan untuk menyindir, atau membuat kalian bersedih bila kalian merasa tidak bisa mendapat sekolah yang kalian impikan, belum bersuami, belum beranak, atau keluarga kalian entah kemana. Lihatlah sekeliling...betapa banyak hal yang bisa membuat kalian merasa beruntung... aku pun beruntung ada kamu yang baca blog ini...:)


Haufffttt.. mustinya ga ada alesan buat sedih dan merasa rejected ya...


Have a nice weekend...
masha_and_the_bear

»»  terus,gimana lin?...

One Love is Never Enough?


posted by Eline on ,

No comments

Pernah ga kamu selingkuh? Atau di selingkuhin?

APHAAA...??? semua pernah selingkuh? Bagussss...
Kok bagus?
Iya, bagus kalo kamu pernah selingkuh, jadi kamu ga akan sakit hati dong ya kalo di selingkuhin. Hukum karma berlaku, Brad!!!

Nulisnya ga usah pake esmosi kaleeee....

Huehehehhe... itu bukan emosi, tapi semangat. Semangat buat mempromokan satu lagi perselingkuhanku..eh...maksudnya tulisan cerpenku tentang perselingkuhan, akhirnya di bukukan...

jeng..jeeeennnnggg......the BOOK OF CHEAT...



ini penampakan covernya.

Buku ini bukan single tulisan aku aja, melainkan kumpulan cerpen yang didalamnya berisi 15 karya temen-temen lain yang semua cerita tentang selingkuh. Keseluruhannya ada 3 seri, kebetulan tulisanku masuk di seri yang ke dua ini.


yang penasaran gimana serunya selingkuh...upss...sorry kebawa perasaan, heheh...maksudnya yang penasaran gimana cerita-cerita perselingkuhan itu, sok eta di baca. Yang merasa lagi diselingkuhin, boleh juga beli ni buku, sapa tau ada 10 tanda-tanda kamu lagi diselingkuhin. Atau yang mau cari ide aman selingkuh, ohohoho... yang ini tidak disarankan ya....walau katanya selingkuh itu indah, tapi perasaan bersalahnya sama sekali ga ada indah-indahnya. Bahkan lebih sakit..tsaaahhh... berpengalaman sekali sepertinya...hehhehe...


ngemeng-ngemeng soal selingkuh emang ga ada abisnya. Di dalamnya banyak cabang-cabangnya...dari cinta...bahagia, sedih, takut, kerakusan, kebohongan, penghianatan, speed adrenalin, sakit hati, perasaan bersalah, kecewa,  pilihan, kebingungan, dan mungkin penyesalan.


Jadi, jangan menggenggam melebihi apa yang bisa tanganmu genggam. Kamu tak akan mungkin bisa meraup semuanya tanpa ada yang tercecer atau bahkan malah bisa jadi tumpah semua....


eniwey...jangan lupa ya beli bukunya...


Cheer, ^_*


Elin
»»  terus,gimana lin?...

Always Shoot For The moon


posted by Eline on , ,

No comments


Untuk Satu hari di tanggal 17 Januari, 2008 


Kembali berada disini. Di beranda yang sama, dengan langit yang sama, di waktu yang berbeda. Kembali bercerita tengang Bulan dan Bintang, yang kali ini disertai Matahari.

Aku ingat saat bintang pernah ada disini beberapa tahun yang lalu, mengunggu sang Bulan yang pergi bermain di balik awan. Bulan yang ditunggu kala itu, akhirnya muncul dengan sendirinya. Mengintip perlahan dari awan di sebelah Timur Jawa. Tersenyum, mencoba mencariku, si Bintang Kecil, yang sedang bermain diantara bintang-bintang lainnya. Untungnya cahayaku kala itu masih cukup terang, sehingga Bulan masih mudah menemukanku.

Dan malam ini, saat bintang dan bulan sedang asik bermain bersama, tiba-tiba angin bertiup kencang. Membawa awan-awan gelap berarak lebih cepat. Dan dalam sekejap awan-awan itu membentuk hijab tipis yang makin cepat menebal memisahkan pandangan kami. Kami tersesat.

Hujan mulai turun, dan aku mulai kesulitan menemukan dimana bulan. Sampai akhirnya aku putus asa dan memutuskan untuk pulang. Tanpa aku tahu, bahwa bulan masih ada disana, di taman bermain itu, masih mencariku, masih membutuhkan aku untuk menemukannya.

Hujan kian melebat, dan bulan pergi berteduh.

Bulan tak sendiri, disana ada beberapa bintang lain yang juga terjebak hujan. Malam makin melarut, seperti juga bulan yang kian melarut dalam obrolan ringan bersama bintang-bintang lain, sambil mencoba menikmati derai hujan yang tak kunjung reda. Sementara bintang kecil ini, bergelung dalam selimut hangat di rumahnya yang nyaman, namun tak bisa tidur...

Bintang merasa bersalah karena terlalu takut hujan dan terlalu cepat menyerah mencari bulan. Sekarang, tak ada yang bisa dia lakukan selain berdoa dan menunggu hujan mereda untuk kembali mencari jejak sang bulan. Jika masih ada.

Tidak seperti dulu, dimana aku duduk di beranda ini semalaman, kali ini aku bertahan hingga pagi menjelang siang. Dimana bulan dan bintang yang aku lihat, kini berganti dengan matahari.

Ah, matahari… aku tau dia sangat indah walaupun belum nampak. Dari warna yang terpancar di batas langit, aku tau bahwa dia sangat luar biasa. Dari hangatnya yang menggantikan dingin malam, aku tau dia sangat hebat. Dari suara alam yang mengiringi penampakannya, aku tau dia akan sangat mempesona.

Dan benarlah, tiba saatnya dia muncul, seluruh alam raya menyambutnya dengan penuh suka cita. Dengan semangat untuk menjalani hari. Dengan senyuman untuk menghiasi hati. Dengan kehangatan di setiap sapa.

Hujan semalam pun sudah berhenti. Menyisakan bau tanah basah, dan embun yang lebih montok dari biasanya. Matahari makin meninggi dan kuat memancarkan panasnya. Mengangkat sisa-sisa air hujan menjadi uap yang bercampur udara pagi. Terbawa angin, menyebar, dan tak tampak lagi.

Aku sudah makin lelah duduk di beranda ini. Secangkir coklat hangat yang aku seduh tadi malam, menyisakan ampas tipis di dasar cangkir yang mulai berembun. Saatnya aku masuk, meregangkan sedikit otot tangan dan pinggang. Ku tanggalkan jaketku dan kutumpuk 2 bantal kursi untuk menyangga punggung dan leherku. Secarik kertas kudapati tergeletak di tempat dimana aku mengambil salah satu bantalku.Aku baca perlahan

Dialah Matahari...
Besar, kuat, dan terang
Matahari tak pernah tau betapa besar manfaatnya bagi kita. Tapi kita tau betapa berartinya dia. Seperti juga dirimu, tak pernah tau betapa hebatnya dirimu. Tapi kita tau betapa istimewanya dirimu bagiku.

Dialah Bulan…
Tunggal, indah, dan tenang
Kehadirannya tetap selalu dinanti meski berganti dari purnama, sabit, dan hingga mati. Namun seindah apapun bulan, dia tetap membutuhkan pantulan cahaya matahari untuk membuatnya tetap bersinar menerangi malam. Seperti juga dirimu, selalu indah dihatiku walau kadang cahayamu meredup, merapuh , dan mati.

Dialah Bintang…
Kecil, berkerlip, dan banyak
Meski kecil, kadang tak tampak, dan bisa saja diganti oleh banyaknya bintang lainnya, tapi Dia punya cahaya sendiri. Seperti juga dirimu, betapapun banyaknya bintang dilangit, orang akan selalu menunjuk ke arahmu, memilihmu untuk menuntun kapalnya barlayar dengan aman dan sampai tujuan.

Bintang, Bulan , dan Matahari…tetaplah bersinar mempesona meski di sisi langit yang berbeda

Kulipat kertas itu dan kuselipkan di saku. Mencoba istirahat sambil menikmati setangkup roti, meninggalkan matahari menunaikan tugasnya, dan menanti malam datang lagi. Semoga nanti malam, hujan tidak turun lagi. Sehingga bisa kulihat apakah nanti malam masih ada bulan dan bintang yang bertengger di langit yang sama.
»»  terus,gimana lin?...
Related Posts with Thumbnails