Showing posts with label Me and My buddy. Show all posts

Girl in love


posted by Eline on ,

2 comments

Seorang teman bercerita, 
tentang dirinya yang takut jatuh cinta
karena katanya dia selalu kecewa 
saat sang pria tak punya impian yang sama

Dia pernah mengejar cinta
dari pria yang dia puja 
dia pernah menunggu cinta
sampai habis semua asa
dia pernah memaki cinta
karena dia datang tak pada waktunya
dan sekarang dia bertanya, dimana cinta?
mengapa tak kunjung ia melihatnya

keinginannya tak muluk
dia hanya ingin sebuah peluk
kala dunia terasa mengutuk

Hingga akhirnya dia tidak lagi peduli
pada cinta sejati atau cinta sampai mati
karena cintanya telah ia miliki
tinggal menoleh ke satu sudut hati
ah..dia disana, dan tak akan pernah pergi...


 
»»  terus,gimana lin?...

Burnday


posted by Eline on

No comments

Heeeeyyyy Yoooooowww....

Selamat berjumpa kembali di 2010. Thx God for today.

Hari pertama masuk kerja di 2010 ternyata diwarnai dengan tragedi peledakan balon gas. yes, i mean it's really tragedy. It's begun when we wanna celebrating our boss birthday. Actually yesterday, but we made a small party today, in 2nd floor. We buy cake, put some candle on it, and blowing some baloons, according to her age.

Burning candlles. Check.
Ballons. Check.Spaghetti Bolognaise. Check.
Spaghetti Aglio Oliolio (okey namanya susah). Check.
Plate, spoon, fork, cake knife. All Check.Perfect. Lest the party started.

Lampu sudah dimatiin, lilin udah dinyalain dan hampir meleleh, tingal nunggu Sang Bintang yang turun terpaksa di tutup matanya dan di tuntun menuju TKP. Jrenk..jrenk..jrenk.. dia pun datang, singing.

Hepi berthdey tu yu
Hepi beeeerrrthdey..
Hepi beerrthdey
Hepi berthdey tu yuuuuuuu

Duaaarr..aaaaa....duarrrr..duaaar.. DHUAAARRR..


Aku ga tau lagi apa yang terjadi, yang jelas semua teriak dan berasa panas. Yak, anda tau kan apa yang terjadi. Balon-balon gas yang banyak itu meledak kena api. Semburan api, teriakan, hawa panas, dan korban.. oke..oke.. lebay. tapi beneran ada korban sih. Seorang anak magang, dihari terakhirnya, berdiri dibawah balon2 gas itu dan rambutnya kebakar. Untung ga sampe botak, tapi cukuplah membuat rambutnya angus kaya afro2 gitu. Beberapa orang juga ada yang kena si tapi ga parah.


Perayaan yang sangat meriah untuk mengawali awal taun. Happy birthday for our BIG Boss (excuse-moi , ma patron*).


* excuse me, my boss :p
»»  terus,gimana lin?...

Tribute To My Dear Friends


posted by Eline on , , ,

No comments

Satu bulan sudah sejak saya mendengar ucapan Ijab Qobul atas nama saya. Memutuskan untuk menikah di usia 24 ternyata bagi sebagian orang termasuk kategori menikah muda. Namun tetap ada juga sebagian lain yang iri karena ingin segera merasakan moment mendebarkan itu :p.
Well, terlepas dari apapun yang mereka pikirkan, saya merasa sangat bahagia atas pernikahan ini, atas pria ini, dan atas keputusan di usia ini. Cerita tentang bagaimana saya berdo'a, bertemu, menjajaki, dan kemudian menikah, mengalir seolah-olah saya memang mengambil keputusan dengan mudah. Kenyataannya, cerita yang ada tidak jauh-jauh dari skenario sinetron-sinetron indonesia yang templatenya sebenarnya sudah di hapal diluar kepala, namun tetap saja banyak penikmatnya.
Untungnya cerita saya tidak melalui proses mencintai pacar sahabat, atau kecelakaan dan hilang ingatan dan berpapasan di jalan tapi saling melihat ke arah yang berbeda, atau tidak disetujui karena bukan keturunan darah biru..hahahah...Saya bukan seorang penikmat sinetron, tapi saya tau dari para tante2 dan setengah yakin template sinetron indonesia tidak akan jauh berbeda. Maaf kepada para penulis skenario sinetron.
Mungkin yang saya pikir sama dengan skenario sinetron adalah adanya masa-masa saya senang, marah, sedih, dan nyaris putus asa. Namun pada 'sinetron' saya ini, director, penulis skenario, sutradara, sampai clapper-nya adalah Tuhan saya sendiri. Saya dan dia sebagai pemain utama, tinggal mengikuti apa kata sutradara dengan sedikit improvisasi di sana sini agar jalan cerita lebih natural. Dan ini tak akan enak dinikmati tanpa adanya keluarga dan sahabat-sahabat yang mengisi posisi suporting talent untuk menghidupkan ceritanya.
Tulisan ini saya persembahkan untuk keluarga kami berdua untuk percaya bahwa kami bisa memulai membuat keluarga baru. Terimakasih kepada sahabat saya yang mengetahui apakah saya sedang jujur atau sedang berusaha self denial. Terimakasih kepada sahabat yang telah rela menyediakan telinganya untuk mendengar saya menangis di jakarta. Terimakasih kepada sahabat yang membangun kembali kepercayaan diri saya, yang mendukung apapun keputusan gila yang saya hasilkan, yang menjadi setan ketika saya memang membutuhkannya.
Keputusan ini lahir dari cerita kalian, pengalaman kita semua, dukungan keluarga, hati dan logika saya, sikap dan keberanian seorang dia, dan juga petunjuk Tuhan.
Tuhan selalu punya skenario seru bagi masing-masing dari kalian. Ceritanya ga akan pernah basi. Walaupun cerita saya dan kamu mungkin sama, tapi belom tentu dengan endingnya. Keberadaan kawan dan sahabat mungkin akan membantu mengindahkan warnanya, namun pada akhirnya, tetap kita yang akan punya cara sendiri-sendiri untuk memilih ending dari tiap episodenya.
Mendengar...
Membuka hati...
Menelaah...
Melihat dari sudut pandang yang berbeda...
Memahami...
...hingga kemudian bisa...
Menerima...

Sekali lagi ucapan terimakasih ini tertulis,
Kepada Alloh Al-Mighty, atas hati dan petunjuknya
Kepada Keluarga, atas suportnya
Kepada para sahabat, atas cerita dan pandangannya
Kepada seorang dia, atas banyak hal yang tak ternilai
Terimaksih untuk menemani saya melawati beberapa babak untuk pembelajaran yang berharga..

Sampai jumpa di babak-babak selanjutnya.
...and the story goes...siul
»»  terus,gimana lin?...
Related Posts with Thumbnails