Showing posts with label Dongeng sebelom tidur. Show all posts

Girl in love


posted by Eline on ,

2 comments

Seorang teman bercerita, 
tentang dirinya yang takut jatuh cinta
karena katanya dia selalu kecewa 
saat sang pria tak punya impian yang sama

Dia pernah mengejar cinta
dari pria yang dia puja 
dia pernah menunggu cinta
sampai habis semua asa
dia pernah memaki cinta
karena dia datang tak pada waktunya
dan sekarang dia bertanya, dimana cinta?
mengapa tak kunjung ia melihatnya

keinginannya tak muluk
dia hanya ingin sebuah peluk
kala dunia terasa mengutuk

Hingga akhirnya dia tidak lagi peduli
pada cinta sejati atau cinta sampai mati
karena cintanya telah ia miliki
tinggal menoleh ke satu sudut hati
ah..dia disana, dan tak akan pernah pergi...


 
»»  terus,gimana lin?...

Always Shoot For The moon


posted by Eline on , ,

No comments


Untuk Satu hari di tanggal 17 Januari, 2008 


Kembali berada disini. Di beranda yang sama, dengan langit yang sama, di waktu yang berbeda. Kembali bercerita tengang Bulan dan Bintang, yang kali ini disertai Matahari.

Aku ingat saat bintang pernah ada disini beberapa tahun yang lalu, mengunggu sang Bulan yang pergi bermain di balik awan. Bulan yang ditunggu kala itu, akhirnya muncul dengan sendirinya. Mengintip perlahan dari awan di sebelah Timur Jawa. Tersenyum, mencoba mencariku, si Bintang Kecil, yang sedang bermain diantara bintang-bintang lainnya. Untungnya cahayaku kala itu masih cukup terang, sehingga Bulan masih mudah menemukanku.

Dan malam ini, saat bintang dan bulan sedang asik bermain bersama, tiba-tiba angin bertiup kencang. Membawa awan-awan gelap berarak lebih cepat. Dan dalam sekejap awan-awan itu membentuk hijab tipis yang makin cepat menebal memisahkan pandangan kami. Kami tersesat.

Hujan mulai turun, dan aku mulai kesulitan menemukan dimana bulan. Sampai akhirnya aku putus asa dan memutuskan untuk pulang. Tanpa aku tahu, bahwa bulan masih ada disana, di taman bermain itu, masih mencariku, masih membutuhkan aku untuk menemukannya.

Hujan kian melebat, dan bulan pergi berteduh.

Bulan tak sendiri, disana ada beberapa bintang lain yang juga terjebak hujan. Malam makin melarut, seperti juga bulan yang kian melarut dalam obrolan ringan bersama bintang-bintang lain, sambil mencoba menikmati derai hujan yang tak kunjung reda. Sementara bintang kecil ini, bergelung dalam selimut hangat di rumahnya yang nyaman, namun tak bisa tidur...

Bintang merasa bersalah karena terlalu takut hujan dan terlalu cepat menyerah mencari bulan. Sekarang, tak ada yang bisa dia lakukan selain berdoa dan menunggu hujan mereda untuk kembali mencari jejak sang bulan. Jika masih ada.

Tidak seperti dulu, dimana aku duduk di beranda ini semalaman, kali ini aku bertahan hingga pagi menjelang siang. Dimana bulan dan bintang yang aku lihat, kini berganti dengan matahari.

Ah, matahari… aku tau dia sangat indah walaupun belum nampak. Dari warna yang terpancar di batas langit, aku tau bahwa dia sangat luar biasa. Dari hangatnya yang menggantikan dingin malam, aku tau dia sangat hebat. Dari suara alam yang mengiringi penampakannya, aku tau dia akan sangat mempesona.

Dan benarlah, tiba saatnya dia muncul, seluruh alam raya menyambutnya dengan penuh suka cita. Dengan semangat untuk menjalani hari. Dengan senyuman untuk menghiasi hati. Dengan kehangatan di setiap sapa.

Hujan semalam pun sudah berhenti. Menyisakan bau tanah basah, dan embun yang lebih montok dari biasanya. Matahari makin meninggi dan kuat memancarkan panasnya. Mengangkat sisa-sisa air hujan menjadi uap yang bercampur udara pagi. Terbawa angin, menyebar, dan tak tampak lagi.

Aku sudah makin lelah duduk di beranda ini. Secangkir coklat hangat yang aku seduh tadi malam, menyisakan ampas tipis di dasar cangkir yang mulai berembun. Saatnya aku masuk, meregangkan sedikit otot tangan dan pinggang. Ku tanggalkan jaketku dan kutumpuk 2 bantal kursi untuk menyangga punggung dan leherku. Secarik kertas kudapati tergeletak di tempat dimana aku mengambil salah satu bantalku.Aku baca perlahan

Dialah Matahari...
Besar, kuat, dan terang
Matahari tak pernah tau betapa besar manfaatnya bagi kita. Tapi kita tau betapa berartinya dia. Seperti juga dirimu, tak pernah tau betapa hebatnya dirimu. Tapi kita tau betapa istimewanya dirimu bagiku.

Dialah Bulan…
Tunggal, indah, dan tenang
Kehadirannya tetap selalu dinanti meski berganti dari purnama, sabit, dan hingga mati. Namun seindah apapun bulan, dia tetap membutuhkan pantulan cahaya matahari untuk membuatnya tetap bersinar menerangi malam. Seperti juga dirimu, selalu indah dihatiku walau kadang cahayamu meredup, merapuh , dan mati.

Dialah Bintang…
Kecil, berkerlip, dan banyak
Meski kecil, kadang tak tampak, dan bisa saja diganti oleh banyaknya bintang lainnya, tapi Dia punya cahaya sendiri. Seperti juga dirimu, betapapun banyaknya bintang dilangit, orang akan selalu menunjuk ke arahmu, memilihmu untuk menuntun kapalnya barlayar dengan aman dan sampai tujuan.

Bintang, Bulan , dan Matahari…tetaplah bersinar mempesona meski di sisi langit yang berbeda

Kulipat kertas itu dan kuselipkan di saku. Mencoba istirahat sambil menikmati setangkup roti, meninggalkan matahari menunaikan tugasnya, dan menanti malam datang lagi. Semoga nanti malam, hujan tidak turun lagi. Sehingga bisa kulihat apakah nanti malam masih ada bulan dan bintang yang bertengger di langit yang sama.
»»  terus,gimana lin?...

Jika Bulan Datang Lagi


posted by Eline on

3 comments

Udah satu purnama yang gw liat dilangit, sendirian. Tanpa lo. Gw ga tau kenapa purnama ga seindah dulu lagi, sekarang gw lebih suka sama bintang. Entah bintang yang mana, gw juga ga bisa nentuin. Yang jelas gw lebih suka bintang. Atau sedang berusaha buat lebih milih suka ke bintang, tepatnya.

Sepi ya rasanya kalo ga ada lo disini…

Yah, sebenernya ga juga sih. Bintang-bintang yang banyak itu semuanya lagi nemenin gw. Tapi, malem ini rasanya gw lagi pengen nemenin bulan. Kemana bulan malem ini? Pergikah ia? Langit gw belom terang kalo ga ada bulan. Walopun disini, bintang-bintang dah setia bersinar disekitar gw, biar gw ga ngrasa sendiri, biar gw bisa selalu tersenyum, dan biar gw bisa ikutan bersinar. Tetep aja gw pengen ada bulan.

Tapi sayangnya bulan memilih pergi, bermain dibalik awan. Dia ga ngajak gw lagi, dia lagi ga pengen ditemenin gw. Mungkin, dibalik salah satu gumpalan awan itu ada bulan yang semoga sedang tertawa, lagi bahagia. Entah sendirian, atau mungkin ada beberapa bintang yang lagi nemenin dia saat ini. Sebenernya gw kepengen nyari bulan, tapi… dibalik awan yang mana dia sekarang? Gw ga tau. Gw juga ga tau apa nanti kalo gw berhasil ketemu dia, dia masih pengen maen ma gw. Gw terlalu takut, takut kalo kedatangan gw malah bikin kesenengannya ilang.

Hmmm…

Bukan..

Nggak!

Gw ga mau nyari bulan! Walopun gw pengen maen ma dia, tapi gw ga mau nyari dia. Gw pengen tetep disini, bareng bintang-bintang yang terus bersinar nemenin gw. Karena, emang bukan gw yang musti nyari bulan, tapi bulan yang seharusnya dateng dengan sendirinya di langit gw.

Bukan gw yang egois, tapi emang udah seharusnya gitu. Bulan yang lagi pergi dari langit gw dan bikin dunia gw jadi gelap. Bulan yang lagi pergi dari langit gw, tanpa ngasih kesempatan ke gw buat tau kenapa dia pergi. Jadi, emang dia kan yang musti dateng kesini? Karena rumah bulan ada di langit, walau kadang dia seperti terlihat di air. Tapi itu bukan rumahnya, itu hanya refleksinya, yang kadang terlihat lebih indah dengan pesona riak air kolam.

…

Bintang-bintang masih disini nemenin gw.

Nungguin gw yang terkadang masih suka kedapatan masih nunggu bulan.

Kadang gw cape nunggu bulan. Gw cape…

Kayanya gw musti biarin bulan pergi. Nemuin permainan baru sama temen-temen baru. Disini… gw juga mau mulai buat bikin permainan baru, bareng sama bintang-bintang.

Bintang yang selalu bersinar itu emang ga bisa memancarkan sinarnya ke gw seterang sinar bulan. Tapi mereka bisa ngasih tau gw gimana caranya biar gw bisa bersinar sendiri. Biar gw bisa nerangin dunia gw sendiri dan ga bergantung sama sinar bulan kaya dulu lagi.

Dan sekarang, sedikit demi sedikit gw dah mulai bisa ikut bersinar bareng bintang-bintang. Sinar gw sekarang emang belom seterang bintang, apalagi bulan, tapi gw yakin dan percaya bahwa bintang-bintang itu bisa terus ada di sekitar gw, bantuin gw untuk terus bisa bersinar makin terang. Mungkin sinar gw bakal bisa melebihi mereka. Gw pengen suatu saat nanti gw bisa punya sinar seterang gabungan semua sinar bintang yang ada.

Sampai suatu hari nanti, saat gw dah bisa bener-bener punya cahaya sendiri yang bakal nerangin dunia gw, gw harap gw ga akan pernah ningalin bintang-bintang.. Gw dan bintang-bintang bakal terus ada buat nerangin dunia lewat langit malam. Cahaya yang gw punya bakal gw pancarkan ke semua bintang dan alam sekitar gw. Biar mereka, bisa lebih terang lagi bersinar.

Dan jika nanti, cahaya gw bersinar begitu terangnya hingga sinarnya mengusik bulan dan membuatnya pengen ikut ngerasain bermain bareng gw lagi, gw harap gw masih bisa tersenyum buat dia. Kalo nanti, bulan pengen ikut bersinar dan nerangin dunia gw lgi, gw harap dia masih belum terlambat. Gw harap, sinar bulan masih mampu nyaingin terangnya bintang. Gw harap, bintang juga masih mau nrima bulan buat maen bareng lagi. Hingga akhirnya bulan bakal ada dan ga akan pernah ninggalin dunia gw lagi.

Semoga cahaya gw ga bersinar terlalu kuat, agar bulan tak kerepotan nyaigin cahaya gw.

Bulan emang sekarang lagi pergi, tapi mungkin dia cuma pergi maen bareng anak-anak kampung sebelah. Gw cuman pengen bulan bener-bener bisa belajar dari pelajaran yang dulu dan ga akan ngulanginnya lagi. Sedangkan gw disini akan bikin maenan-maenan baru yang seru. yang lebih seru dari balap motoGP, yang lebih punya banyak kejutan dibanding film real D, tapi juga bisa setenang malam diatas balkon.

Dan mungkin kalo ada bulan, gw bisa lebih bahagia. Karena kalo ada bulan, mungkin gw ga akan terlalu lelah bersinar dan menyinari dunia gw. Kalo ada bulan, dia bakal Bantu gw, ngegantiin tugas gw saat gw bener-bener cape. Kalo ada bulan, bakal ada satu lagi yang nemenin gw di langit malam. Karena, seindah dan seterang apapun langit malam, akan lebih lengkap kalo udah ada bulan.

Dan gw janji, gw bakal nunjukin ke lo malam-malam yang indah itu. Biar lo bisa liat bahwa disana ada banyak bintang, ada bulan, lengkap dengan sinarnya yang terus ada disana dan ga akan pernah pergi.

»»  terus,gimana lin?...
Related Posts with Thumbnails